Friday, October 17, 2008

Mengelola Keuangan

KHOTBAH PS. JONATHAN SETIAWAN

Ada banyak sekali pasangan suami istri yang rumah tangganya sangat dipengaruhi oleh keadaan keuangannya. Kalau keuangan stabil, maka rumah tanggapun ikut stabil. Kalau keuangan goyah, maka rumah tanggapun juga ikut goyah. Apalagi masa seperti sekarang ini, harga barang-barang meroket seakan-akan membuat uang menjadi tidak ada harganya lagi, akibatnya toko-tokopun sepi. Orang sudah tidak mempunyai daya beli lagi untuk membeli kebutuhan hidup apalagi keinginan.

Kalau tidak hati-hati, maka masa yang seperti ini akan membawa pengaruh yang sangat negatif bagi keluarga. Banyak hubungan suami istri mulai menegang, temperatur dalam rumah tangga semakin panas, perselisihan meruncing, dan kalau ini diteruskan bisa-bisa menyebabkan kehancuran keluarga.


Oleh karena itulah, hari ini saya ingin membagikan kepada saudara tentang ‘Bagaimana Mengelola Keuangan’. Alasan mengapa banyak orang terjebak dalam kesulitan keuangan adalah karena mereka tidak ‘MELEK FINANSIAL’ tapi ‘BUTA FINANSIAL’. Selama ini kita hanya mendengar tentang BUTA HURUF atau MELEK HURUF. Tapi ternyata dalam kehidupan ini ada banyak sekali ilmu – MELEK KELUARGA, MELEK ROHANI, MELEK KESEHATAN, termasuk MELEK KEUANGAN.

Kadang-kadang ada pasangan suami istri yang saya konselingi – mereka terjebak dalam kesulitan keuangan yang besar, hutang piutang yang mengerikan, dan usaha yang ambruk; TAPI MEREKA TIDAK TAU APA YANG MENYEBABKAN KESULITAN KEUANGAN MEREKA TERSEBUT. Mengapa? Karena buta secara finansial.

Dengarkan baik-baik: Ada SISTEM MENGELOLA UANG tertentu yang akan membawa kita pada kehancuran keuangan cepat atau lambat; tapi ada juga SISTEM MENGELOLA UANG yang akan membawa kita pada kesuksesan dan kelimpahan. Yang saya maksudkan dengan SISTEM MENGELOLA UANG adalah kebiasaan keuangan kita, cara mengambil keputusan yang menyangkut keuangan kita, pengetahuan akan keuangan kita, strategi pengaturan aset kita, dst. Kalau kita mengerti bagaimana mengelola keuangan keluarga sesuai dengan yang Firman Tuhan ajarkan, maka saudara akan menerima hidup dan hidup yang penuh dengan kelimpahan.

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Setan adalah pencuri yang datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Jadi kalau keuangan saudara dicuri, dibunuh dan dibinasakan – pekerjaan siapakah itu? Setan. Tapi seberapa banyak saudara tau bahwa Yesus kita adalah Tuhan yang baik yang sangat mengasihi kita. Dan setiap kali Dia datang, dia akan memberikan kita hidup dan hidup yang penuh kelimpahan. Siapa yang siap untuk diberkati oleh Tuhan?



Isi:

1. Posisikan keuangan anda berada dalam posisi berkat Tuhan.

a. Baca Ulangan 30:19 !!!

19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

b. Dalam kehidupan ini, kita senantiasa diperhadapkan pada 2 pilihan: Kehidupan atau Kematian, berkat atau kutuk, sukses atau gagal, kelimpahan atau kemiskinan. Dan Firman Tuhan memerintahkan pada kita: ‘Pilihlah kehidupan supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu’.

c. Katakanlah di sisi kiri ini ada hujan dan di sisi kanan ini kering kerontang. Kalau kita mau basah, di posisi mana kita harus berdiri? Kiri. Kalau mau kering, dimana? Kanan. Bisakah kita Kering di posisi di mana ada hujannya? Tidak. Bisakah kita basah dengan berdiri di posisi yang kering? Tidak.

Sederhananya, kalau kita ini basah dengan berkat, berdirilah di posisi di mana Allah mencurahkan berkat. Tapi kalau kita mau hidup dalam kutuk berdirilah dimana Pencuri leluasa mencuri, membunuh, dan membinasakan.

d. Baca Maleakhi 3:7-12 !!! (Ayat ini kita baca setiap bulan sekali sebelum mengembalikan persepuluhan, tapi hari ini saya ingin anda baca ayat ini dengan pengertian yang baru saja kita terima)

7 Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" 8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! 9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! 10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. 11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. 12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

e. Kalau kita ingin hidup diberkati dengan jalan Tuhan, satu hal yang harus benar terlebih dahulu adalah posisi kita. Posisikan keuangan saudara dalam posisi berkat. Karena kalau posisi keuangan anda dalam posisi yang salah, maka berkat Allah tidak akan mengalir dalam kehidupan anda. Periksan sudahkah anda mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan, yaitu persembahan persepuluhan tersebut. Bahkan di masa sukar, seringkali kita tergoda untuk tidak mengembalikan persepuluhan. Tapi jangan ijinkan Iblis menipu dan menggoda anda dengan intimidasi tersebut. Ambil keputusan untuk berpindah dari posisi kutuk pada posisi berkat. Kalau anda berada dalam posisi berkat, maka hujan berkat itu akan turun, dan hidup berkelimpahan akan menjadi milik anda.

f. Kesaksian:

g. Akan tetapi kadang-kadang saya heran karena ada orang-orang yang sudah mengembalikan persepuluhan, namun tetap kering, tidak bisa basah berkat. Nah dalam situasi seperti ini, seringkali kita mulai mempersalahkan Tuhan dan meragukan Firman Allah dan kita berkata, “Kenapa saya sudah mengembalikan persepuluhan, tapi keuangan saya susah sekali? Mengapa saya sudah memposisikan diri saya dalam posisi berkat, tapi berkat belum juga datang dalam hidup saya?”

Jawaban saya sederhana: Bisakah saya tetap kering kalau hujan sedang turun? Bisa saja – saya pakai jas hujan, saya pakai payung, saya masuk mobil, saya masuk rumah. Ada penghalang-penghalang lain yang bisa membuat saya tetap kering meskipun posisi saya berada di bawah hujan. Jadi bukan hujannya yang salah, tapi ada penghalang yang membuat saya tetap kering. Kalau saya mau basah, saya harus menyingkirkan penghalang tersebut, bukannya saya pindah posisi di tempat di mana tidak ada hujan – meskipun saya tidak pakai payung atau jas hujan, saya tetap saja kering.

Mungkin ada juga penghalang-penghalang lain yang menyebabkan anda tetap kering secara keuangan. Jadi jangan cepat-cepat menyalahkan Tuhan terlebih dahulu. Jangan sampai anda pindah lagi ke posisi kutuk, tapi cari tau penghalang berkat yang ada, singkirkan itu, maka hidup berkelimpahan akan Tuhan berikan dalam kehidupan anda.


2. Periksa apakah ada kesehatian dalam keluarga.

a. Baca Mazmur 133:1-3 !!!

1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

b. Firman Tuhan mengajarkan: Sungguh alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Sungguh alangkah baiknya dan indahnya apabila suami-istri diam bersama dengan rukun! Sungguh alangkah baiknya dan indahnya apabila keluarga diam bersama dengan rukun!

Mengapa? Sebab ke sanalah TUHAN MEMERINTAHKAN BERKAT… Saya beritahu saudara bahwa Allah kita adalah Allah yang berkuasa untuk memerintahkan berkat – di tanganNya ada kuasa meninggikan dan merendahkan. Dan Alkitab mengajarkan sesuatu yang luarbiasa kepada kita bagini: Waktu Allah melihat bahwa di antara saudara, suami istri, dan keluarga ada kesatuan, maka Allah berkata: Sungguh alangkah baiknya, sungguh alangkah indahnya, dan sekArang berkat, Kuperintahkan engkau turun atas mereka sekarang ini! Saat itulah anugerah dan berkatNya akan mengalir dengan dahsyat dalam hidup kita.

c. Bagi saya, kehidupan keluarga itu adalah kehidupan yang paling dekat dengan kita. Jangan sampai hubungan rumah tangga kita tidak rukun sehingga menjadi jas hujan yang langsung menempel di tubuh kita dan membuat kita tetap kering berkat. Tanggalkan semua benih permusuhan, ampuni suami / istrimu, ampuni anak / orang tuamu, berdamailah dengan keluargamu, hiduplah dalam kesehatian dan kerukunan. Alkitab berjanji: Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.


3. Kalahkan setiap godaan keinginan.

a. Baca Yakobus 1:14-15 !!!

14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

b. Coba taruh ayat di atas dalam konteks keuangan atau kehidupan finansial kita:

 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri. Apa saja? Mobil yang lebih baik, motor yang lebih canggih, rumah yang lebih mewah, restoran yang lebih berkelas, HP yang paling canggih, dst. Saya mau tanya: itu semua kebutuhan atau keinginan? Keinginan. Keinginan sendiri tidak menjadi masalah, tapi kalau keinginan itu di luar kemampuan kita, maka keinginan itu yang akan menjadi masalah besar.

 …karena ia diseret dan dipikat olehnya. Sewaktu seseorang terpikat, tergoda, dan terseret oleh keinginan tersebut – tidak peduli berapapun harganya, bagaimanapun caranya, akan kita terjang. Seakan-akan kita dibutakan oleh keinginan tersebut.

 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Momok yang paling mengerikan di sini adalah keinginan tersebut melahirkan HUTANG, dan hutang itu apabila sudah parah, akan melahirkan maut, yaitu: Bangkrut!

Yang namanya keinginan semakin lama akan semakin besar. Kalau kita tidak belajar untuk menguasai keinginan kita, maka keinginan kita akan menguasai kita. Akibatnya hutang makin lama, makin parah. Sampai akhirnya kebangkrutan datang dengan tiba-tiba dan menghancurkan keuangan kita, keluarga kita, kehidupan rohani kita, kesehatan kita, dan segala sesuatu yang ada dalam hidup itu – ITULAH MAUT.

c. Dalam pengamatan saya, orang yang bangkrut paling banyak berasal dari orang yang berpenghasilan sedang dan besar, bukannya yang berpenghasilan rendah. Maksud saya bangkrut di sini bukan yang punya masalah keuangan (yang ini semua lapisan juga mengalami), tapi bangkrut yang saya maksudkan adalah yang terjerat dengan hutang piutang yang cukup besar.

Padahal kalau dipikir-pikir, mereka ini adalah orang-orang yang mampu menghasilkan uang yang cukup besar, akan tetapi pada kenyataannya, justru merekalah yang seringkali mengalami kehancuran keuangan yang parah.

Kalau bicara untuk memenuhi kebutuhan pasti yang punya penghasilan tinggi yang paling tidak masalah. Tapi kenapa justru merekalah yang paling bermasalah? Jawaban saya sederhana: Yakobus 1:14-15 - Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

d. Jadi belajarlah untuk mengalahkan godaan keinginan anda. Bukan berarti kita tidak boleh punya rumah yang lebih baik, mobil yang lebih mewah, pakaian yang lebih mentereng. Selama keinginan itu di dalam batas kekuatan kita, silahkan saja. Tapi jangan ijinkan keinginan itu melampaui kemampuan anda sekarang ini sehingga akhirnya godaan keinginan itu mendatangkan maut bagi kehidupan anda.

e. Baca 1 Yohanes 2:16-17 !!!
16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

f. Jangan hidup menurut keinginan anda, tapi hiduplah menurut keinginan Allah. Sebab orang yang menuruti keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup akan lenyap dengan keinginannya. Tapi orang yang melakukan kehendak Allah akan tetap hidup selama-lamanya.

g. Dengan prinsip yang ketiga ini, kita tidak akan mengalami masalah dalam keuangan kita. Hanya saja kita akan stagnasi dan tidak bisa menikmati banyak hal yang indah dalam kehidupan ini – mobil yang lebih baik, rumah yang lebih baik, pakaian yang lebih baik, makanan yang lebih baik. Prinsip ketiga ini adalah senjata yang Tuhan berikan supaya kita tidak terjerat dalam kesulitan keuangan. Tapi ada senjata lain yang Tuhan berikan supaya kita mengalami peningkatan dan hidup yang berkelimpahan tanpa terjebak dalam kesulitan keuangan.

Saya percaya Tuhan bukan hanya ingin memenuhi kebutuhan hidup kita saja, tapi Tuhan juga ingin memenuhi keinginan kita, hanya saja untuk keinginan ini, kita harus bersabar menunggu waktu Tuhan. Bagaimana caranya Tuhan memenuhi keinginan kita? Jawaban saya sederhana saja: Dengan cara meningkatkan kekuatan keuangan kita. Kalau dengan penghasilan anda sekarang ini, sukar untuk membeli motor, maka Tuhan akan meningkatkan kekuatan keuangan atau penghasilan anda sekarang ini, sehingga mampu untuk membeli motor. Selama kekuatan keuangan anda jauh melebihi keinginan anda, maka keinginan itu bukan lagi masalah. Inilah poin khotbah yang keempat.


4. Konsentrasi membangun pemasukan (cashflow in positif).

a. Di awal khotbah tadi saya sempat menyinggung sedikit tentang bagaimana mengelola sistem keuangan. Kalau cara mengelolanya salah, maka masalah akan muncul; tapi kalau cara mengelolanya benar, maka berkat akan datang. Pertanyaannya: Bagaimana sistem mengelola keuangan dengan benar? MILIKI FOKUS KEUANGAN YANG BENAR.

Penyebab kesulitan keuangan terbesar adalah karena fokus yang salah. Banyak orang fokus pada punya rumahnya atau mobilnya; tapi mereka lupa harusnya mereka fokus pada penghasilannya yang bisa membeli rumah atau mobil tersebut. Kalau penghasilannya kecil, maka rumah atau mobil menjadi sesuatu yang berat. Tapi kalau kita berhasil membangun penghasilan yang kuat dan mantap, maka rumah mobil menjadi sesuatu yang enteng bagi kita.

Mungkin penyebab masalah keuangan yang saudara hadapi sekarang ini adalah salah fokus. Kita tergoda, terjerat, dan terobsebsi oleh keinginan-keinginan tersebut (rumah yang lebih besar, mobil yang lebih mewah, pakaian yang lebih agus, restoran yang lebih mahal, gengsi yang lebih tinggi, dst). Kalau penghasilan kita tetap atau berkurang, maka ini yang akan menimbulkan maut dalam keuangan.

Padahal seumpama kita berkonsentrasi membangun pemasukan yang konsisten (cashflow in positif yang semakin kuat), maka semua keinginan kita – rumah, mobil, pakaian, restoran, dst – bukan lagi masalah bagi kita karena kekuatan kita jadi jauh lebih mantap.


b. Bagaimana caranya membangun pemasukan yang semakin kuat? Minimalkan segala sesuatu yang tidak menghasilkan pemasukan yang konsisten; maksimalkan aset, talenta, potensi atau apapun sehingga memberikan penghasilan positif secara konsisten.

Belajarlah dari Tuhan Yesus! Suatu kali Dia memberi perumpamaan tentang hamba yang dipercaya tuannya dengan 1, 2, dan 5 talenta. Perhatikan tuan tersebut punya 8 aset (1+2+5). Apa yang dilakukan oleh tuan tersebut? (Apakah menyimpannya saja atau mengusahakan talenta tersebut supaya MENGHASILKAN? Menghasilkan. Itu sebabnya dia menitipkan uang tersebut pada 3 hambanya supaya diusahakan. Dan sementara waktu berjalan, dia mendapati dari hamba dengan 2 talenta dia mendapatkan penghasilan 2x, dari hamba yang punya 5 talenta dia mendapat penghasilan 2x juga. Tapi dari hamba yang punya 1 talenta tidak menghasilkan apa-apa – artinya asetnya macet di situ. Jadi apa langkah yang dia ambil? Dia pindahkan talenta tersebut dari aset macet menjadi aset yang menghasilkan, dia berikan pada hamba dengan 10 talenta supaya juga menghasilkan berlipat kali ganda.

APA ITU ASET? Aset itu bisa saja: uang di tabungan, emas, tanah, rumah, mobil, dst. Aset juga bisa: tenaga, otak, keahlian, waktu, kenalan, dst. Coba mulai pikirkan cara-cara merubah aset-aset tersebut menjadi sesuatu yang menghasilkan, kalau tidak bisa menghasilkan, jual aset tersebut dan pindah pada sesuatu yang memberikan penghasilan secara konsisten. Lama-kelamaan pemasukan anda akan semakin kuat dan semakin kuat, sehingga keinginan anda menjadi semakin ringan dan semakin ringan, dan hidup kita diberkati Tuhan.

 Bagi pengusaha, saya percaya anda bisa memikirkan apakah aset anda macet atau menghasilkan. Bisa saja anda punya rumah senilai Rp 5 Milyar, tapi kalau biaya operasional rumah itu terlalu berat dan membebani arus kas anda, pikirkan ulang. Lebih baik pindahkan aset tersebut pada sesuatu yang menghasilkan.

 Bagi karyawan, anda bisa memanfaatkan aset yang Tuhan berikan. Misalnya waktu senggang anda, gunakan untuk belajar dan mempertajam aset keahlian anda pada hal-hal yang baru. Jadikan diri anda semakin efektif dan efesien sehingga anda bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perusahaan dan membuat anda dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Dengan bagitu, maka anda akan mendapatkan promosi dan kenaikan gaji atau anda akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan karir yagn lebih mantap – ini yang akan menghasilkan pemasukan yang semakin kuat.

c. Contoh: Saya percaya anda masih ingat bahwa saya pernah cerita tentang seseorang yang tadinya tidak mempunyai apa-apa, tapi dalam waktu 3,5 tahun bisa memiliki 170 rumah. Setelah saya bicara seperti itu, ada beberapa pengusaha yang penasaran dan tanya bagaimana caranya orang tersebut bisa seperti itu. Apakah saudara juga ingin tau caranya? INTINYA DIA FOKUS PADA CASHFLOW POSITIF.

Jadi kalau dia beli sebuah rumah atau apartemen seharga Rp 200 juta, dia akan masukkan di bank sebagai jaminan kredit yang harus dia bayar setiap bulannya. Katakanlah cicilannya Rp 1 juta per bulan. Di sini dia akan mempertimbangkan apakah dia bisa mengelola rumah tersebut (misal: mengontrakkan) dan menghasilan di atas Rp 1 juta per bulan, misal: Rp 1,5 juta per bulan. Kalau dalam perhitungannya masuk, maka dia akan ambil rumah tersebut dan dia tidak perlu terlalu memikirkan mengenai pembayarannya, karena sudah selesai dengan uang kontrakan tersebut dan dia masih bisa menikmati Rp 500 ribu per bulan. Plus setelah 10 tahun masa kredit selesai, maka rumah itu akan menjadi miliknya.

Jadi pekerjaannya tiap hari hanya mencari rumah-rumah yang kalau dikalkulasi bisa masuk perhitungan seperti itu. Akibatnya semakin banyak dia beli rumah, bukan semakin berat, tapi posisi keuangannya semakin kuat.

Beda dengan kebanyakan yang beli rumah dengan pola pikir yang konvensional. Dengan angsuran Rp 1 juta per bulan, dia harus ambil itu dari gajinya yang Rp 2 juta per bulan, padahal rumah itu tidak menghasilkan apapun. Kalau seperti ini, kira-kira dengan pembelian rumah tersebut, kehidupan orang ini akan semakin berat atau semakin kuat? Berat. Belum lagi kalau ada biaya tak terduga muncul (misal: kecelakaan atau sakit parah).


d. Coba renungkan sejenak, dengan sistem keuangan anda selama ini, kira-kira akan membuat anda semakin berat atau semakin kuat. Saya percaya Firman Allah hari ini mengingatkan sesuatu yang sangat penting bagi kita semua supaya kita bisa mengelola keuangan dengan baik dan hidup diberkati Tuhan. Ambil keputusan yang benar dan terimalah kelimpahan yang diperintahkan Tuhan datang dalam kehidupan kita.


Penutup:

Selamat hidup diberkati!



Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Masukkan email anda untuk berlangganan artikel dari Blog ini


TRANSLATE TO ENGLISH

No comments: