Thursday, October 23, 2008

MARA DAN ELIM

KHOTBAH PS. JONATHAN SETIAWAN



Pendahuluan:
Kadang-kadang ada waktu-waktu tertentu dalam kehidupan kita dimana kita merasa lelah dan lesu terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Bahkan orang-orang yang paling ngetop terkenal, kaya, banyak teman, dst tetap bisa mengalami situasi capek terhadap hidup ini. Tidak terkecuali kita yang hadir di ruangan ini: sebagian mungkin merasa kan kejenuhan, kesedihan dan tekanan yang luarbiasa. Kita merasa bahwa kitalah orang yang paling menderita di dunia ini dan tidak ada seorangpun yang peduli terhadap kita.

Kita mau belajar dari perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian Kanaan ketika mereka sampai di 2 tempat: Mara dan Elim. Bagaimana ada 2 perbedaan besar diantara 2 tempat ini. Kita akan mempelajari apa saja yang bisa diapplikasikan dalam kehidupan kita.

Baca Keluaran 15:23-27 !!!
23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."
27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.



Isi:

1. Hati kita menentukan hidup kita.

a. Baca Keluaran 15:23-24 !!!
23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"

b. Perhatikan bahwa pada saat itu, bangsa Israel sampai pada suatu tempat yang dinamakan MARA. Dan ketika mereka hendak meminum air yang di Mara itu, airnya terasa pahit. Alkitab mencatat, setelah itu mereka bersungut-sungut.

c. Apa artinya Mara? Mara = mata air yang pahit. Apakah artinya mata air itu? Alkitab mencatat bahwa dari hati kita mengalir aliran-aliran air kehidupan. Itu berarti HATI kitalah yang dimaksudkan dengan mata air itu.

d. Kalau hati kita seperti MARA yang PAHIT, maka hal-hal yang mengalir keluar dari kehidupan kita adalah PAHIT – sungut-sungut, pemikiran dan perkataan negatif, kecurigaan, kebencian, amarah, dst. Ciri-ciri orang yang dalam hatinya ada MARA adalah LETIH LESU dan BERBEBAN BERAT.

e. Ada beberapa PENYEBAB seseorang mengalami MARA – letih lesu dan berbeban berat:

 Kecewa dengan seseorang (rahasia kita dibongkar, orang yang kita percaya mengingkari janjinya, kata-kata yang kasar dan menyakitkan hati, dst).
 Kesepian (dicampakkan pacar, takut tertolak oleh teman-teman).
 Merasa tidak dimengerti orang lain (orang tua kita tidak bisa mengerti kita, kita terus-menerus disalahkan).
 Takut akan apa yang akan terjadi dalam hidupnya (takut jodoh, studi, dan keuangan).

f. Apalagi hari-hari ini banyak orang mengalami masalah demi masalah yang berat dan beruntun dalam kehidupannya. Satu masalah belum selesai datang masalah baru, masalah baru belum selesai datang masalah yang lebih besar. Kalau tidak hati-hati, hal ini bisa membuat kita merasa TERTEKAN; Dan jika dibiarkan terus-menerus, maka semangat kita akan kendur dan akhirnya kita undur.

g. Apapun keadaan anda pada saat ini, saya ajak anda untuk memeriksa apakah ada MARA dalam hidupmu. Saya percaya bahwa saat ini adalah saat yang sangat indah karena bukan kebetulan anda datang di tempat ini. Allah ingin berbicara secara pribadi bagi anda bahkan bukan hanya itu, Dia buka tangannya lebar-lebar dan berkata kepada kita: Marilah datang kepadaku engkau yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan KELEGAAN kepadamun (Matius 11:28). Artinya Dia Peduli – Dialah Allah yang mengerti dan peduli setiap persoalan dan pergumulan dalam kehidupan kita. Kalau orang lain tinggalkan kita, Dia tetap setia untuk mengasihi dan menolong kita. SOMEBODY CARES ABOUT YOU! DON’t YOU BE WORRIED ABOUT YOUR FUTURE! Ada seseorang yang peduli bahkan sangat peduli pada anda, jangan khawatir mengenai hidupmu!

Malam hari ini adalah malam pemulihan, malam pembebasan. Buka hatimu dan Tuhan akan jamah dan sembuhkan setiap goresan-goresan bahkan luka-luka hati yang ada dalam hidup kita. Artinya pulang dari tempat ini, kita akan mempunyai hati yang baru, hidup yang baru dan roh yang baru.




2. Perubahan hati adalah kunci kehidupan.

a. Bagaimana kalau hati kita terlanjur pahit seperti Mara? Apa yang harus kita lakukan? Baca Keluaran 15:25-26 !!!

25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis.

b. Pada waktu itu Musa berseru-seru kepada Tuhan dan Tuhan menunjukkan sepotong kayu. Musa melemparkan kayu tersebut ke dalam air dan air itu berubah menjadi manis.

c. Jadi apa yang harus kita lakukan kalau HIDUP kita terlanjur pahit seperti Mara? Kalau kita mau hidup kita berubah, kuncinya adalah mata air hati kita harus berubah. Bagaimana terjadi perubahan dalam hati? Kayu melambangkan kayu salib. Jadi kita harus buka hati kita untuk jamahan Allah. Datang pada Yesus dengan sungguh hati dalam doa sehingga Dia bisa pulihkan hati kita.

d. Kuncinya adalah BUKA HATI dan IJINKAN TUHAN PULIHKAN. Setan akan senantiasa berusaha menipu dan menjebak kita dengan berusaha membuat hati kita tetap tertutup. Biasanya mulai dari hal-hal yang kecil: permasalahan dan gesekan satu dengan yang lain yang diakibatkan karena kita mempunyai latar belakang yang berbeda. Jika tidak segera diselesaikan, maka Setan akan memaka hal ini untuk menanamkan benih-benih perpecahan, apa itu? Kecurigaan, kebencian, pemikiran yang negatif, dan tembok pemisah yang mulai terbangun dalam hati (walaupun di luar tampaknya masih baik). Kalau kita terus dibiarkan, maka semakin lama semakin menumpuk, semakin tampak besar perbedaannya menjadi semcam BOM WAKTU.

e. Kalau hari-hari ini, engkau merasa hidupmu seperti MARA yang PAHIT, itu karena dari hatimu yang adalah mata air kehidupanmu juga menjadi pahit. Kadang kita terlalu mudah untuk menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, dan bahkan menyalahkan Tuhan. Padahal sesungguhnya hati kitalah yang menentukan apa yang kita alami dalam kehidupan kita.

f. RUBAH HATIMU, MAKA HIDUPMU AKAN BERUBAH. Jangan biarkan hatimu seperit Mara, biaralah kita mempunyai hati yang bersih, rendah hati, taat, penuh kasih, damai sejahtera, penuh pengampunan, penuh semangat, rindu untuk maju, dst. Ijinkah Roh Kudus merubah hatimu. Ijinkan Yesus mengubah hatimu melalui dari pengorbananya 2000 tahun yang lalu di kayu salib. Hidupmu pasti berubah dan Tuhan akan mengadakan sesuatu yang baru dalam kehidupanmu.

g. Kesaksian: Suatu kali saya pernah mengalami kekecewaan dan sakit hati yang luarbiasa pada seseorang. Bagi saya orang ini amat keterlaluan. Saya dikata-katai dengan perkataan yang begitu tajam dan menusuk, dituduh melakukan hal-hal yang tidak saya tau, menghakimi, dan bahkan berani untuk mengolok-olok serta menuding-nuding saya di hadapan banyak orang.

Pertama-tama saya berusaha untuk memehami dan mengerti keberadaannya. Akan tetapi ketika hal tersebut berlangsung terus-menerus dan berulang kali, suatu saat hati saya sedang lemah dan perkataan itu masuk mengena. Saya rasakan suatu kekecewaan dan kemarahan yang sangat besar dan sangat sakit. Bahkan sampai-sampai ketika saya sendirian di kamar dengan istri saya, saya menangis menahan hati saya yang rasanya begitu pedih.

Akan tetapi tidak lama setelah itu saya sadar bahwa kalau saya biarkan keadaan saya seperti itu, maka MARA akan mulai menguasai hati saya. Segera saya ambil keputusan untuk datang ke hadapan Tuhan dan menceritakan semua kemarahan, kejengkelan dan kekecewaan saya dengan berlinangan air mata. Saya keluarkan semua sampah yang ada dalam hati saya kepada Tuhan. Saya buka hati saya sehingga kepahitan yang saya rasakan itu bisa keluar dari hidup saya.

Setelah cukup lama saya keluarkan semua uneg-uneg itu, saya sedikit merasa lega, rasanya hati jauh lebih enak dan ringan. Pada saat itulah saya tidak sia-siakan kesempatan, saya segera minta Roh Kudus memenuhi kehidupan saya. Dan saya bersyukur karena Dia sungguh Allah yang peduli dan hadiratNya yang kuat segera saya rasakan di ruangan itu. Kasih Yesus memenuhi dan melanda saya, saat itu saya rasakan KELEGAAN yang luarbiasa. Sejak saat itu saya terlepas dari semua kekecewaan dan sakit hati saya.

Kalau hari ini anda buka hati dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, saya percaya setiap Mara yang ada di hatimu Tuhan akan pulihkan dan berikan kehidupan yang baru. Mara digantikan dengan Elim. Hidup yang indah bersama dengan Tuhan. Apa artinya Elim?


3. Langkah maju membawa kita pada hidup yang berkelimpahan.

a. Baca Keluaran 15:27 !!!
27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.

b. Perhatikan bahwa ternyata mereka tidak hanya berhenti di Mara saja meskipun airnya sudah berubah menjad manis. Mereka MELANGKAH MAJU menuju ELIM dan disanalah ada 12 mata air dan 70 pohon korma.

c. Demikian juga bagi kita, kita tidak boleh tinggal di Mara saja. Meskipun hati kita sudah diubah oleh Tuhan, kita tidak boleh tinggal di sana terus-menerus. Ini saatnya untuk kita mengambil LANGKAH MAJU menuju Elim. Selangkah demi selangkah kita harus maju menuju Elim.

d. Apakah artinya Elim itu? Alkitab mencatat bahwa di Elim ada 12 mata air dan 70 pohon korma. Saya percaya bahwa Elim berarti HIDUP YANG BERKELIMPAHAN / HIDUP YANG PENUH KEMENANGAN / HIDUP YANG PENUH DENGAN MUJIZAT.

e. Saat kita ada di MARA, hati kita penuh dengan kekecewaan dan kebencian yang luarbiasa. Tapi kalau Mara itu digantikan dengan ELIM – hati kita akan berlimpah dengan KASIH dan PENGAMPUNAN dari Allah. Bukan hanya kita sembuh dari luka hati kita, tapi kita mampu untuk mengampuni dan mengasihi orang yang berbuat jahat terhadap kita.

Saat di MARA mungkin kita selalu merasa tidak dimengerti orang lain dan kesepian, tapi ketika Mara digantikan dengan ELIM, kita tau bahwa sekalipun orang lain tidak mengerti kita, ada seorang Sahabat yang senantiasa peduli dan berada di samping kita, namanya Yesus.

Saat di Mara mungkin kita khawatir akan hari esok (jodoh, pekerjaan, studi), tapi kalau Elim yang menguasai hidup kita, kita tidak lagi khawatir karena karena kita percaya bahwa Tuhan sudah menyediakan suatu masa depan yang gilang gemilang.


Penutup:

Tinggalkan Mara dan alami Elim dalam kehidupanmu.





Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Masukkan email anda untuk berlangganan artikel dari Blog ini


TRANSLATE TO ENGLISH

No comments: