Thursday, July 17, 2008

Anda Tidak Bisa Miskin Lagi! 3

Anda Tidak Bisa Miskin Lagi! 3

Kuasa Menabur

Pada bagian pertama dari seri khotbah ini, kita belajar tentang Perjanjian Berkat Allah. Orang Kristen bukan diberkati dengan cara menangis, berdoa, berpuasa, atau meminta-minta. Tapi orang Kristen diberkati ketika mereka hidup dalam Perjanjian Berkat Allah. Bukan berarti saya mengajar saudara untuk tidak berdoa atau berpuasa. Yang saya maksudkan adalah meskipun adan berdoa dan berpuasa mati-matian, tapi selama anda tidak mau hidup dalam Perjanjian Berkat Allah, maka hidup anda juga tidak akan diberkati. Tapi salah satu tandanya bahwa seseorang Kristen hidup dalam Perjanjian Berkat Allah, pasti suka dekat dengan Allah, suka berdoa dan suka berpuasa. Ketika kita mengetahui dengan detil isi perjanjian itu, dan melakukannya dengan segenap hati bagian yang harus kita lakukan, maka Tuhan adalah Allah yang setia dan tidak pernah ingkar janji, Dia juga akan mencurahkan berkatNya dengan berkelimpahan dalam hidup kita sehingga anda tidak bisa miskin lagi.

Anda tidak bisa miskin lagi ketika menerima berkat Allah. Firman Tuhan berkata bahwa Yesus turun ke dunia menjadi miskin, supaya kita yang miskin menjadi kaya. Artinya kekayaan Yesus diberikan kepada kita. Masak kekayaan Yesus tidak cukup untuk membuat kita semua menjadi orang kaya. Jangan kita menghina dan merendahkan kekayaan Yesus! Dunia dan segala isinya ini dijadikan oleh Yesus. Itu sebabnya ada berkat yang tidak terbatas yang diperuntukkan bagi orang-orang yang hidup dalam Perjanjian Berkat Allah. Dan ketika berkat itu diperintahkan Allah turun dalam hidup kita, tidak akan ada lagi kemiskinan yang sanggup mengalahkan kekayaan Allah, hidup kita pasti berubah. Kemiskinan kita berubah menjadi kekayaan dan kelimpahan yang luarbiasa.

Pada bagian yang kedua kita belajar tentang bagaimana mempersiapkan dasar yang benar untuk menerima berkat-berkat Allah itu. HATI KITALAH DASAR ITU. Keadaan hati kita yang akan menentukan apakah kita dipandang layak untuk menerima berkat atau tidak. Kalau hati kita belum benar di hadapan Allah, kita bisa menabur… menabur… menabur…, tapi taburan kita tidak akan berarti sama sekali. Kalau hati kita masih belum sesuai dengan kehendak Allah, maka seberapapun kita memberi… memberi… memberi, maka pemberian kita itu tidak akan menghasilkan tuaian dalam hidup kita. Ini yang membuat banyak orang Kristen kecewa dan akhirnya berpikir bahwa Firman Tuhan salah.

FIRMAN TUHAN TIDAK PERNAH SALAH!!! HATI KITALAH YANG MASIH SALAH!!! Hati kitalah yang perlu dibenahi terlebih dahulu sehingga berkenan di hadapan Allah. HATI SEPERTI APA yang berkenan di hadapan Allah? Ingat Allah tidak memerintahkan kita untuk mencari kekayaan. Yang Allah perintahkan adalah CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH, perluaslah Kerajaan itu, carilah Kemuliaan Allah, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Hanya orang yang hatinya komit pada Kerajaan Allah, yang akan menerima komitmen berkat Kerajaan dalam hidupnya. Orang yang menerima komitmen berkat Kerajaan dalam hidupnya, tidak akan pernah bisa miskin lagi. Sekali berkat itu datang dalam hidup kita, berkat itu akan menyerbu dengan tiada habisnya dan hidup kita akan menjadi Terang Keuangan sehingga banyak jiwa diselamatkan melalui hidup kita. Inilah yang disebut sebagai PENGINJILAN KEUANGAN.

PRINSIP TANAH HATI

Hari ini kita masuk pada bagian yang ketiga. Sampai pada bagian yang pertama dan kedua, saya tidak berbicara tentang yang namanya menabur. Baru pada bagian yang ketiga inilah, saya ingin mengajarkan yang namanya KUASA MENABUR. Hanya ketika kita mempunyai dasar hati yang benar dan berkenan di hadapan Allah dalam hal uang, maka di tangan kita, Allah mempercayakan sebuah kekuatan dan kuasa yang sangat dahsyat, yang namanya Kuasa Menabur ini.

Suatu kali Yesus menceritakan perumpamaan tentang TANAH. Ada tanah yang berbatu-batu, ada tanah yang ditumbuhi semak belukar, tapi ada juga tanah yang subur. Ketika benih itu jatuh di jalanan, di tanah berbatu-batu, ataupun di tanah semak belukar, maka benih itu tidak akan bisa bertumbuh dengan baik sehingga akhirnya cepat atau lambat akan mati. Itu sebabnya orang yang hatinya belum benar terhadap uang, benih yang ditaburkan menjadi sia-sia.

Berbeda dengan orang yang hatinya benar di hadapan Tuhan tentang keuangan. Hati yang seperti inilah yang diumpamakan Yesus sebagai tanah yang subur, yang kalau ditaburi benih, maka benih itu akan berbuah 30x, 60x, bahkan 100x ganda. Itu sebabnya saya katakan bahwa hanya orang yang hatinya benar dan berkenan di hadapan Tuhan saja, yang akan dipercayai dengan kuasa untuk menabur. Berbahagialah orang yang dipercayai dengan kuasa menabur ini. Apapun yang dia taburkan, benihnya tidak akan terbuang sia-sia, tapi akan berbuah 30x, 60x, bahkan 100x lipat ganda, sehingga hidupnya diberkati dan mengalami kelimpahan demi kelimpahan Kerajaan Allah yang luarbiasa.

Itu sebabnya dalam Kisah 20:35, Yesus berkata: ADALAH LEBIH BERBAHAGIA MEMBERI DARI PADA MENERIMA. Saya percaya ketika Yesus mengatakan kalimat ini, bukan saja Yesus tau bahwa ada perasaan sukacita dan bahagia yang luarbiasa ketika kita memberi, akan tetapi Yesus sadar-sesadar-sadarnya bahwa ada kuasa yang sangat besar dalam memberi.

Lukas 6:38 BERILAH dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Dengarkan baik-baik, sementara anda mengijinkan Roh Kudus untuk bekerja dan membajak tanah hati saudara sehingga menjadi tanah hati yang subur dan gembur, belajarlah untuk menabur. Kebanyakan orang berpikir terbalik: “Lebih enak jadi orang yang diberi, dari pada jadi orang yang memberi; Kalau memberi kan rugi, kita kehilangan sesuatu, tapi kalau menerima kita untung karena kita mendapatkan sesuatu.” Ini pemikiran orang yang belum mengerti Perjanjian Berkat Allah. Ingat terlebih bahagia memberi dari pada menerima, terlebih berkat memberi dari pada menerima.

Amsal 11:24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

Selama hati saudara terbuka bagi Roh Kudus untuk bekerja mengkuduskan dan melembutkan menjadi tanah yang gembur, percayalah di tangan anda ada kuasa yang besar yang Tuhan berikan untuk menabur, dan taburan anda tidak akan sia-sia, benih anda tidak akan mati, tapi benih itu akan bertumbuh dan berbuah berlipat kali ganda.

KESAKSIAN PELIPATGANDAAN BENIH

Saya lebih bangga kalau bisa memberi dari pada diberi. Itu sebabnya dalam hidup saya, Tuhan senantiasa melipatgandakan berkatNya dan memberi kesempatan kepada saya untuk memberi lebih besar lagi. Dulu waktu remaja, pertama kali saya belajar memberi, saya hanya mampu memberi ribuan rupiah. Kemudian Tuhan mengangkat pemberian saya lebih banyak lagi menjadi puluhan ribu. Hebatnya Allah kita tidak pernah berhenti sehingga puluhan ribu bertambah menjadi ratusan ribu.

Setelah saya jadi hamba Tuhan, saya bukan hanya memberikan buah sulung gaji saya, tapi selama 3 tahun pertama, saya kembalikan seluruh gaji saya tiap bulan sebagai benih yang saya taburkan sehingga pemberian saya menjadi jutaan rupiah. Saya tambah takjub kepada Tuhan karena Tuhan tidak pernah kehabisan berkat. Gudangnya terlalu penuh dan terlalu banyak untuk bisa diberikan kepada saya sehingga Tuhan memampukan saya untuk memberi bahkan lebih banyak lagi. Saya masih ingat ketika gereja kita pertama kali pindah ke Adem Ayem, saya bersukacita sekali karena saya bisa menjadi pemberi paling banyak waktu itu untuk membayar uang sewa dan renovasi tempat, nilainya puluhan juta rupiah.

Saya lebih bersukacita lagi karena kesempatan untuk menabur senantiasa Tuhan berikan kepada saya sehingga saya mengalami multiplikasi berkat. Dalam janji iman tahap 1 Pembangunan, saya persembahkan mobil saya dan tabungan saya, itu nilainya ratusan juta rupiah. Setelah itu sampai di tahap 2, saya bisa persembahkan persembahan yang nilainya miliaran rupiah. Saya sudah tidak tahan lagi untuk bisa memberikan kepada Tuhan persembahan dengan nilai puluhan bahkan ratusan miliar rupiah karena saya tau itulah KUASA MENABUR.

Saya percaya dengan Firman Allah, dan karena itulah Firman Allah berkuasa dan tidak pernah mengecewakan saya. Kalau saudara juga percaya dengan Firman Allah, kalau saudara percaya dengan Kuasa menabur, maka Firman Allah akan terjadi dalam hidup saudara, dan multiplikasi berkat akan terjadi secara dahsyat. Berdoalah supaya Tuhan memberi kesanggupan untuk memultiplikasikan pemberian anda! Saya percaya ketika itu terjadi, artinya bukan hanya pemberian anda yang dimultiplikasikan, tapi berkat andapun mengalami pelipatgandaan.

Orang-orang yang ada di sekeliling saya mengetahui sekali bahwa saya punya prinsip yang kuat dalam keuangan. Saya orang yang berhati-hati dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan gereja maupun keuangan pribadi. Akan tetapi ketika sampai pada perihal memberi, saya boleh katakan seperti ini: Saya tidak pernah berhati-hati dalam memberi kepada Tuhan. Keputusan untuk memberi dari keuangan pribadi saya kepada Tuhan maupun keputusan yang saya buat bagi gereja untuk memberkati seorang hamba Tuhan tidak saya lakukan dengan hitungan Prinsip Ekonomi. Saya melakukannya dengan ketaatan pada Tuhan dan kesadaran sepenuhnya akan Perjanjian Berkat Allah.

Ketika Musa menantang Bangsa Israel untuk memberikan persembahan bagi pembangunan Tabernakel Allah, Bangsa Israel memberi persembahan secara luarbiasa, dengan antusias yang besar, dan tidak henti-hentinya, sampai Musa memerintahkan untuk menghentikan persembahan tersebut karena terlalu banyak. Tapi banyak orang Kristen hari-hari ini masih harus dimotivasi dalam memberi untuk Tuhan. Artinya kita belum layak untuk menerima berkat Tuhan itu. Bagi saya, saya tidak perlu motivasi dari siapapun untuk memberi kepada Tuhan. Apa saja yang Tuhan minta, tanpa berpikir, tanpa mempertimbangkan, tanpa ragu-ragu akan saya berikan kepada Tuhan. Itu pilihan yang sudah saya buat dalam hidup saya. Itu keputusan yang sudah saya dedikasikan kepada Tuhan. Itu sebabnya dalam hidup saya, sungguh saya rasakan bahwa apa saja yang saya butuhkan, langsung Tuhan sediakan. Apa yang saya inginkan, Tuhan berikan. Semakin saya memberi kepada Tuhan, semakin Tuhan memberi kepada saya. SAYA TIDAK PERNAH BISA MENGALAHKAN TUHAN DALAM MEMBERI.

KOMITMEN PRIBADI DAN GEREJA PADA PERJANJIAN BERKAT ALLAH

Kalau seseorang hidup dalam Perjanjian Berkat Allah, maka orang tersebut akan diberkati dengan berkat Kerajaan Allah. Demikian juga dengan ORGANISASI / PERUSAHAAN / GEREJA yang mengikuti Perjanjian Berkat Allah ini, maka organisasi / perusahaan / gereja itu akan menerima berkat Kerajaan Allah yang luarbiasa. Itu sebabnya SAYA PRIBADI KOTMIT MENGEMBALIKAN PERSEPULUHAN, karena saya tau ada JANJI YANG LUARBIASA dalam persepuluhan. Itu sebabnya juga saya ambil keputusan bagi GEREJA KITA KOMIT PERSEPULUHAN kepada gereja pusat kita di Solo. Saya tau Firman Tuhan tidak pernah mengecewakan saya dan tidak akan pernah mengecewakan saya, selama saya hidup dalam Perjanjian Berkat dengan Allah itu, maka saya akan menerima berkat yang luarbiasa.

Kesaksian Gereja: Itu sebabnya, hari ini saya bisa berkata begini: Berkat yang Tuhan berikan kepada gereja kita jauh melampaui yang sanggup dibayangkan manusia dan dihitung dengan angka matematika. Coba anda bayangkan: Hanya untuk membeli tanah di ring road utara yang nilainya Rp 3,6 Miliar saja, rasa-rasanya tidak mungkin dibayar dengan pemasukan gereja. Bahkan sejak dari hari saya mengumumkan pembangunan sampai sekarang ini, seandainya semua persembahan tersebut dikumpulkan dan di total, mungkin masih belum cukup untuk membayar tanah tersebut.

Tapi luarbiasa, bukan hanya kita bisa membeli tanah tersebut, tapi kita juga bisa memulai Stmik Pelita Nusantara, menyewa gedung PCC ini, membeli seluruh peralatan musik yang nilainya sekitar Rp 700 juta, memulai PMC, membuat seluruh ruangan di gedung ini full AC, dst. Kalau saudara bisa menghitung itu semua dan sadar berapa Milyar yang kita sudah taburkan, saudara akan kebingungan bagaimana menghitungkan itu semua secara matematika. Belum lagi beberapa proyek yang saya belum bisa umumkan kepada saudara yang nilainya juga sangat besar.

Memang bagi manusia itu tidak mungkin, tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Kalau saudara tanya dari mana uangnya?! Kok bisa, untuk bayar tanah saja, semua pemasukan gereja dikumpulkan masih belum cukup, kok bukan hanya bisa bayar tanah itu sampai lunas, bahkan bisa memulai sekian banyak hal dalam jumlah yang luarbiasa. Jawaban saya sederhana: Ketika keuangan saya komit dengan kepentingan Kerajaan Allah, maka kepentingan Kerajaan Allah juga komit terhadap keuangan saya. Ketika gereja kita komit dengan kepentingan Kerajaan Allah, maka harta Kerajaan Allah juga komit dengan keuangan gereja kita.

Karena gereja kita komit dengan Perjanjian Berkat Allah: Gereja kita mengembalikan PERSEPULUHAN, gereja kita MENABUR kepada GEREJA LAIN bahkan kepada HAMBA-HAMBA TUHAN LAIN, yang nilainya sangat amat besar. Maka dengan cara yang tidak terpahami, dengan cara yang sangat ajaib, Allah memerintahkan berkat-berkat tersebut untuk menyerbu gereja kita sehingga Kerajaan Allah semakin diperluas dan nama Tuhan dipermuliakan.

Pertanyaan saya bagi saudara: Sudahkah engkau komit dengan Perjanjian Berkat Allah, sehingga Allah juga mau komit dengan anda? Sudahkah keuanganmu komit untuk memperluas Kerajaan Allah, sehingga harta Kerajaan Allah juga komit untuk keuangan anda? Sudahkah engkau mempunyai hati yang benar? Sudahkah engkau mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan? Sudahkah engkau menggunakan kuasa menabur yang Tuhan berikan kepadamu?

PERSEPULUHAN – Kalau untuk mengembalikan persepuluhan saja, anda masih ragu-ragu dan bimbang, artinya kita berlum terkualifikasi untuk menerima komitmen harta Kerajaan Allah dalam hidup kita. Pikirkan baik-baik ayat yang sering kita baca di Maleakhi 3:10 !!!

10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Salah satu detil yang paling penting dalam Perjanjian Berkat Allah adalah Persepuluhan. Bagaimana mungkin kita mengharapkan berkat Allah turun dalam hidup kita sementara kita tidak melakukan bagian kita dalam Perjanjian Berkat tersebut?!

KUASA MENABUR – Kalau untuk menabur saja, kita masih sayang pada uang kita, jangan pernah berharap berkat kelimpahan Allah itu diberikan dalam hidup kita. Ingat Allah melihat hati kita, Allah melihat komitmen kita. Apakah kita hidup dengan cara manusia atau kita mau taat hidup menurut Perjanjian Berkat Allah. Dalam Alkitab ada seorang pribadi yang tau benar kuasa dalam menabur, namanya AYUB.

Baca Ayub 1:5 !!!

5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub SENANTIASA.

Perhatikan kalimat terakhir dalam ayat ini: DEMIKIANLAH DILAKUKAN AYUB SENANTIASA! Wow… Ayub senantiasa mempersembahan korban bakaran. Ayub senantiasa memberikan persembahan di hadapan Tuhan. Ayub senantiasa menggunakan kuasa menabur. Tidak heran kalau Ayub diberkati sedemikian dahsyat sehingga menjadi orang terkaya pada jamannya. Dia menabur, dia menuai.

Dia menabur lagi, dia menuai lagi. Dia senantiasa menabur, itu sebabnya tuaian senantiasa menunggu di depan pintu kamarnya setiap pagi dia bangun. Dia bangun dengan tersenyum puas melihat Allah memberkati dia secara luarbiasa. Dia tau apa yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang Kristen. Dia mempraktekkan apa yang tidak dipratekkan orang Kristen – apa itu? Kuasa Menabur!

Kejadian 8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

Firman Allah berkata SELAMA BUMI MASIH ADA, takkan berhenti-henti MUSIM menabur dan menuai. Yang tidak berhenti adalah musimnya, tapi yang seringkali berhenti adalah taburannya. Sebagian orang Kristen berhenti menabur setelah dia diberkati Tuhan. Itu sebabnya, pada akhirnya dia juga akan berhenti menuai. Sadarlah: Selama bumi masih ada, takkan berhenti musim menabur dan menuai. Itu sebabnya Ayub tidak pernah berhenti menabur dan dia juga tidak pernah berhenti menuai.

Satu lagi orang yang tidak pernah berhenti menuai dalam kehidupannya adalah DAUD. Baca Mazmur 5:4 !!!

4 TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

Daud sadar bahwa ada kaitan yang sangat erat antara PERSEMBAHAN KEPADA TUHAN dan HAL PENGABULAN DOA. Itu sebabnya PAGI HARI bagi Daud adalah saat untuk berdoa, pagi hari adalah saat untuk mendengar suara Tuhan, pagi hari juga saat untuk mengatur persembahan. Tidak heran DAUD MENJADI MANUSIA PERANG TAK TERKALAHKAN. Kemenganan demi kemenangan, tuaian demi tuaian, berkat demi berkat menggelora seperti gelombang laut yang tidak pernah habis mengalir dalam kehidupan Daud.

KESAKSIAN PRIBADI: Ketika saya mempelajari kehidupan Daud ini, tiba-tiba timbul kerinduan yang kuat di hati saya untuk melakukan hal yang sama. Jadi seketika itu juga saya berkata pada istri saya: Sayang, saya mau membakar korban persembahan kepada Tuhan tiap hari. Saya mau menabur benih tiap hari. Saya mau menggunakan kuasa menabur tiap hari. Seberapa banyak persembahan yang saya berikan untuk Hari Minggu, itu saya kalikan dengan 30 hari tiap bulan. Saya berkata pada istri saya: Tolong atur transfer persembahan saya itu di awal bulan, saya mau pastikan bahwa setiap hari persembahan saya sampai di pintu gerbang Surga karena saya tau selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Itu sebabnya saya percaya akan tiba waktunya saya mengalami yang dialami Ayub dan Daud, dimana setiap pagi saya bangun, berkat Tuhan sudah menanti saya di depan pintu kamar dan nama Tuhan dipermuliakan. Haleluya !!!

Bagaimana dengan saudara?! Apakah saudara masih sayang dalam menabur bagi pekerjaan Tuhan? Apakah saudara masih menghitung-hitung dalam memberikan janji iman untuk pembangunan Bait Allah?! Jangan lewatkan sedetikpun musim menabur dan menuai itu. Ini adalah salah satu bagian dalam Perjanjian Berkat Allah yang sangat penting. Anda kehilangan yang satu ini, anda akan kehilangan bagian terbesar dari berkat Allah itu.

Bagi saya, yang namanya persembahan persepuluhan atau 10% adalah angka paling rendah. Saya tidak mau melewatkan musim menabur dan menuai sekejabpun. Saya harus memberikan jauh lebih banyak daripada persepuluhan yang saya kembalikan kepada Tuhan. Saya tidak akan membiarkan iblis menghasut saya untuk lebih cinta uang daripada cinta Tuhan. Saya tidak akan mengijinkan siapapun menghalangi saya untuk menabur persembahan sebanyak mungkin kepada Tuhan. Itu sebabnya Tuhan juga tidak pernah membiarkan berkat yang Dia perintahkan untuk saya dihalang-halangi Iblis. Tuhan tidak berpnah mengijinkan siapapun juga untuk mencuri setiap berkat yang Tuhan berikan kepada saya. Karena saya tergila-gila untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan, Tuhanpun juga tergila-gila untuk memberikan tuaian yang luarbiasa kepada saya.

Hidup saya diberkati! Saya berdoa supaya saudarpun juga diberkati! Itu sebabnya hari ini ambil kemitmen: Tidak ada lagi yang akan menghalangi anda untuk mengembalikan persepuluhan! Tidak ada lagi yang bisa menahan anda untuk menggunakan kuasa menabur. Saya percaya Allah akan memerintahkan berkatNya berkelimpahan tercurah dalam kehidupan saudara.

Ingat baik-baik: Setiap harta yang kita pegang erat-erat dan kita jauhkan dari Tuhan, itulah yang akan membawa kita semakin jauh dari Tuhan. Ada banyak orang yang sedemikian dikuasai dengan uang sehingga takut melepaskan uang tersebut dan akhirnya diperbudak oleh uang menjadi hamba uang. Dengarkan baik-baik: Hanya orang yang bisa mengalahkan mamon, yang hatinya tidak diperbudak oleh mamon, yang tidak cinta uang, yang bisa menang terhadap godaan mamon, yang akan diangkat oleh Tuhan untuk memerintah sebagai raja. Tuhan tidak akan mengangkat seseorang yang punya mentalitas budak / hamba uang, untuk bisa memerintah sebagai penguasa / tuan / raja atas uang. Anda harus punya mentalitas raja atas mamon terlebih dahulu, sebelum Tuhan bisa mengangkat akan menjadi tuan dan raja atas mamon. Ketika itu terjadi, saat itulah anda akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Raja di atas segala raja bersama dengan Yesus.

Yang pertama kita harus memberi kepada Tuhan terlebih dahulu, baru kemudian kepada manusia. Saya tidak pernah memberi kepada manusia apa yang belum bisa saya berikan kepada Tuhan. Saya tidak akan memberikan kepada orang miskin, apa yang belum bisa saya berikan kepada Tuhan. Saya tidak akan memberikan kepada (pendeta lain, yayasan lain, bahkan keluarga saya sendiri, adik saya, kakak saya, orang tua saya, bahkan suatu saat nanti, anak saya sendiri), apa yang belum bisa saya berikan kepada Tuhan. Tuhan nomer satu!

Ada orang yang bertanya kepada saya: Pak, apa rahasia hidup Pak Jonatan bisa diberkati Tuhan luarbiasa? Jawaban saya sederhana, yang pertama karena anugerah Tuhan semata-mata. Yang kedua, Tuhan tau bahwa dalam hati saya, saya cinta Tuhan lebih dari segalanya, saya mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, saya memilih Tuhan lebih dari segalanya. Saya masih ingat sekali waktu PERTAMA KALI SAYA DIPANGGIL MENJADI HAMBA TUHAN SEPENUH WAKTU. Waktu itu saya masih remaja dan dalam pandangan saya waktu itu adalah jadi hamba Tuhan pasti miskin, menderita, susah cari istri, nggak ada yang mau, dst. Pokok kasihan sekali. Apalagi waktu itu sedang ramai-ramainya banyak gereja di Indonesia dibakar. Jadi saya sudah ambil komitmen kalau suatu saat harus menyerahkan nyawa bagi Yesus, saya siap jadi martir.

Istri saya tau benar yang saya katakan ini: Kadang ada hal-hal tertentu bertolak belakang dengan prinsip, pikiran, dan keinginan saya. Kalau sudah seperti itu tidak akan ada yang bisa menghalangi saya, saya akan terus maju sesuai dengan pemikiran saya sendiri. Tapi kadang pada waktu-waktu seperti itu, saya merasakan tiba-tiba TUHAN INTERUPSI dan mengatakan hal yang lain bahkan bertentangan dengan saya. Mari saya beritahu saudara: Sesukar apapun, dan seberat apapun bagi saya, kalau sudah saya merasa bahwa itu Tuhan yang berbicara, saya akan putar haluan dan taat kepada Tuhan. Tuhan tau hati saya, Tuhan mengenal hati saya. Saya pilih Tuhan di atas segala-galanya. Tuhan nomer satu!

Itu sebabnya kadang saya sendiri tidak mengerti bagaimana seluruh berkat ini datang kepada saya. Saya juga kadang bingung bagaimana gereja kita bisa mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, bahkan menjadi salah satu gereja yang bertumbuh paling cepat di Indonesia. Itu semua mengherankan saya. Orang banyak tanya kepada saya: Apa rahasianya? Apa kuncinya? Kalau saya boleh berbicara jujur. Sayapun tidak tau. Ada beberapa teori pertumbuhan gereja yang saya tau. Tapi ada masanya saya praktekkan itu dan tidak menghasilkan pertumbuhan apapun. Jadi saya sendiri juga meragukan apakah teori pertumbuhan gereja itu benar atau tidak. Yang saya tau adalah saya mengasihi Tuhan dengan segenap hidup saya dan saya juga merasakan Tuhan mengasihi saya secara luarbiasa. Dalam hidup saya, saya merasakan seperti ada TANGAN YANG TAK TERLIHAT, tapi bekerja membantu saya, membukakan jalan di depan saya, meratakan jalan yang akan saya lalui, berperang bagi saya, dan itu sebabnya saya melihat anugerah demi anugerah, kemenangan demi kemenangan, dan kelimpahan demi kelimpahan Tuhan curahkan secara luarbiasa dalam kehidupan saya.

Saya percaya selama kita hidup dalam Perjanjian Berkat Allah, maka Allah tidak akan pernah lalai untuk menggenapi FirmanNya. Namanya adalah jaminan kita. Nama Yesus itulah yang diberikan sebagai garansinya. Kalau anda bersedia mengubah hati dan hidup anda seperti Daud, Ayub, Abraham, dan semua nama-nama yang dicatat dalam Alkitab yang hidup dalam Perjanjian Berkat dengan Allah, maka anda juga akan menerima berkat yang sama yang Tuhan berikan kepada mereka.

Kalau anda punya hanya cinta Tuhan lebih dari segalanya, hidup sepenuhnya dan komit kepada Kerajaan Allah lebih dari pada hidup kita sendiri, maka anugerah Allah yang besar itu tidak akan lewat begitu saja dalam hidup anda. Kalau anda tidak ragu dan bimbang dalam mengembalikan persepuluhan, kalau anda tidak sayang dalam menabur dan memberikan korban persembahan (baca 4 jenis persembahan dalam Seri Pemuridan Pribadi: Anda Tidak Bisa Miskin Lagi!), maka berkat-berkat itu akan Allah perintahkan untuk menyerbu hidup anda, dan ketika itu terjadi, anda tidak bisa miskin lagi!

Satu ayat terakhir yang saya ingin berikan kepada saudara dan biarlah ini menjadi pegangan kita selama kita belajar untuk hidup dalam Perjanjian Berkat Allah.

Mazmur 89:35 Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

No comments: