Thursday, July 10, 2008

Kehidupan Rohani yang Bertumbuh di Dalam Allah

Kehidupan Rohani yang Bertumbuh di Dalam Allah

Perubahan dan kedisiplinan

1. Dunia semakin tidak punya Pengharapan

  • Setiap kita melihat televisi pasti kita banyak melihat kejadian yang tidak baik.
  • Bencana Alam terjadi dimana – mana à Tsunami Aceh, Nias, Gempa bumi ( Alor dan Nabire, medan)
  • Pembunuhan – pembunuhan sadis ( Derap Hukum, Lacak dll ), seorang diperkosa dibunuh dan dikubur dikandang sapi, mutilasi seorang perempuan setengah baya, seorang anak membacok ayahnya sendiri dll.
  • Tingkat penganguran yang semakin tinggi.
  • Jakarta setiap hari ada 3 orang yang bunuh diri.
  • Jogja yang semakin tinggi tingkat Free Sexnya, survey menyatakan 97 % sudah tidak perawan lagi.

2. Allah memanggil Anak-anaknya dengan Tujuan yang khusus, Dia mempunyai janji yang indah untuk orang-orang yang hidupnya berserah kepadanya.

  • Ketika kita menjadi anak-anakNya Allah menjanjikan sebuah kehidupan yang tidak biasa. Allah menjanjikan hidup yang berbeda dengan hidup orang-orang yang tidak mengenalNya. Dia memberikan banyak janji – janjinya kepada kita, karena kita ini adalah pribadi – pribadi yang sangat dikasihiNya.

Janji – janjinya antara Lain :

  1. Hidup kekal melalui Tuhan Yesus Kristus

v Mazmur 3:16 Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. 17 Sebab Allah mengirim Anak-Nya bukan untuk menghakimi dunia ini, tetapi untuk menyelamatkannya.

  1. Ia akan selalu menyertai kita dan meneguhkan kita dalam keadaan apapun.

v Yesaya 41:10. janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

  1. Ia berjanji akan menetapkan langkah – langkah hidup kita yang berkenan kepadanya

v Mazmur 37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya 24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

v Mazmur 37:23 TUHAN membimbing orang di jalan yang harus ditempuhnya, Ia meneguhkan orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya 24 Bila jatuh, ia tak akan luka parah, sebab TUHAN memegang tangannya.

  1. Hari depan yang penuh Harapan, karena dia telah diciptakan untuk melakukan perkerjaan baik.

v Yeremia: 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

v Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

  • Dengan janji – janji yang demikian besar dari Allah kita maka setiap kita orang Kristen sudah seharusnya menjadi pribadi yang selalu untuk hidup dalam kebenaranNya yaitu kebenaran yang sejati. Paulus yang mengerti bahwa Allah memiliki kasih yang bergitu besar dan tidak mennyia-nyiakan hal tersebut dan akhirnya dia dikenal sebagai salah satu Rasul yang berhasil memberitakan injil sampai kebanyak tempat didunia ( Lihat peta perjalanan PAULUS).
  • Filipi 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

3. Dalam pengenalan dan pertumbuhan akan Allah terdapat tahapan-tahapan.

  • Jika dikatakan Allah memiliki janji yang demikian luar biasa untuk anak – anaknya maka kita harus memiliki pertumbuhan Rohani yang sehat dan kuat sehingga jika sudah sampai waktunya maka kita akan mendapatkan janji Allah yang luar biasa tersebut.
  • Syaratnya adalah terus bertahan dalam panggilan yang Allah telah disediakan dan tidak menyerah sekalipun banyak hal yang akan membuat kita tidak bisa bertahan.
  • Galatia 6 : 9 : Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
  • Ibrani 10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.
  • Saat kita bertahan dalam panggilan kita maka hidup kita akan menjadi bertumbuh dalam Allah. Dan saat kita menjadi seseorang yang telah dewasa secara Rohani disitu panggilannya akan digenapi karena kita telah siap menjadi Partner / Mitranya Allah.
  • Catatan : Jika seorang bapak hendak bermitra dengan anaknya tentu akan tunggu anaknya dewasa dimana anaknya sudah siap dan matang.
  • Berikut adalah urutan pertumbuhan Rohani setiap orang percaya.

a. Kristen KTP / Bukan Kristen

· Kedua golongan ini memiliki kesamaan dan perbedaan.

· Kesamaannya Keduanya tidak memiliki keselamatan karena tidak menjadikan Yesus sebagai Juruselamat yang pribadi.

· Hidupnya dikendalikan dan dikontrol oleh dirinya sendiri.

· Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

· Perbedaannya :

· Kristen KTP :

o Jadi Kristen karena keturunan.

o Tahu tentang Yesus tetapi tidak mengenalnya secara pribadi. Hidupnya tidak jauh beda dengan orang yang tidak mengenal Allah.

· Bukan Kristen

o Belum pernah dengar berita keselamatan atau sudah pernah dengar tetapi tidak tidak tahu tentang Yesus.

o Lihat Gambar “Gambaran orang yang belum selamat”

b. Tahap anak – anak

· Wahyu 3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

· Tahap ini diawali dengan kelahiran baru sesorang Kristen. Inilah tahap awal seseorang menjadi seorang Kristen yang sejati yang memperoleh keselamatan dimana mereka mengundang Yesus untuk bertahta di hatinya dan menjadi juruselamat hidupnya.

· Cirinya :

o Lahir baru / baru bertobat dari kehidupan lamanya.

o Pengaruh kehidupan rohaninya baru sebatas pergelangan kaki, artinya masih sering tergoda untuk kembali kekehidupan lamanya, masih sering main – main (namanya juga anak)

o Kehidupan rohaninya naik turun, minggu tobat senin kumat lagi, Tetapi semangat untuk mengenal Tuhan tinggi (Biasanya semangatnya untuk berdoa dan membaca Alkitab tinggi).

o Selalu minta diperhatikan ( sangat egosentris ).

o Dalam mengenal Tuhan membutuhkan bimbingan orang lain.

o Makanan rohaninya masih susu belum bisa menerima yang keras.

5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

o Mudah undur dari Tuhan jika mengalami gesekan dengan sesama saudaranya.

c. Tahap remaja

o Pengaruh kehidupan Rohani sudah mulai sebatas pinggang.

o Kehidupan rohani sudah mulai tumbuh, saat teduh membaca firman sudah mulai berjalan dengan baik, sekalipun kadang masih menjadi prioritas ke 2. contoh : klo ada film yang bagus di TV kadang masih lebih pilih nonton Tv atau pergi degang teman-temannya.

o Kehidupan Rohaninya semakin stabil, ada keingginan untuk lebih banyak mengenal Allah dan bertumbuh didalamNya.

o Biasanya kejatuhannya terjadi jika berhubungan dengan kehidupan lamanya atau karakter-karakternya yang negatif.

o Ketergantungan dengan orang lain dalam pertumbuhan rohani makin berkurang.

o Sudah mulai bisa menerima teguran dari orang lain.

o Sifatnya mulai memberontak, karena sudah mulai merasa tahu banyak, tetapi sebenarnya apa yang diketahui itu baru sekedar paham belum dipraktekkan.

o Sudah mulai pelayanan.

d. Tahap dewasa

o Pengaruh kehidupan rohaninya sudah sampai ke kepala.

o Kehidupan rohani kuat, berakar kuat, firman Tuhan kuat.

o Pengenalan akan Tuhan sudah mandiri.

o Kehidupannya menjadi contoh, atau figur bagi teman-teman seiman lainnya.

o Taat dan setia, Penyangkalan diri dan pikul salib menjadi sebuah kesadaran baginya untuk mau bertumbuh.

o Taat à melakukan seperti yang diperintahkan.

o Setia à bertahan sampai akhir.

o Menyangkal diri à rela untuk melakukan hal-hal yang dikehendaki oleh Tuhan sekalipun itu membuat dirinya sakit.

o Pikul Salib à siap untuk menderita demi kemuliaan Tuhan.

o Mempunyai kerinduan untuk membimbing orang lain untuk mengenal Tuhan.

4. Mencapai kehidupan Yang memenuhi Penggilan Tuhan.

a. Melakukan perubahan dalam diri kita

· Roma 12 : 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

· Roma 12:2 Janganlah ikuti norma-norma dunia ini. Biarkan Allah membuat pribadimu menjadi baru, supaya kalian berubah. Dengan demikian kalian sanggup mengetahui kemauan Allah--yaitu apa yang baik dan yang menyenangkan hati-Nya dan yang sempurna.

· Secara alami tidak ada satupun orang yang suka untuk berubah, karena untuk bisa bertumbuh kita perlu untuk mengorbankan rasa aman dan nyaman.[1]

· Bahkan orang yang sedang memenuhi perjalanan untuk memenuhi panggilan Tuhan dalam hidupnya tidak ubahnya seperti seorang tentara yang diutus untuk pergi berperang.[2]

· If we do the same action, we get the same result. If you change you action you’ll get the change result.

b. Disiplin.

· Banyak orang ketika disuruh berubah mungkin akan berkata “OK aku tahu bahwa perubahan itu penting dan aku akan melakukannya.” Tetapi hal tersebut berjalan Cuma seminggu atau dua minggu.

· Fenomena KKR atau Retreat, orang-orang menyala-nyala 1 minggu atau 2 minggu aja.

· Selain kesadaran dan keinginan untuk berubah hal yang diperlukan adalah kedisiplinan dalam hidup kita.

· Orang yang disiplin berarti memprioritaskan sesuatu.

o Kurangi nonton TV ganti dengan merenungkan Firman Tuhan

o Buat jam doa yang tetap.

o “No Bible no Breakfast”

o Tidak ada orang yang berhasil yang kerjaannya hanya kongkow – kongkow aja atau nonton tv aja.

· Kedisiplinan bisa kita mulai sendiri dengan membuat komitmen.

· Jika kita tidak mau disiplin maka Allah akan mendisplin kita dengan jalan mengirimkan orang lain atau permasalahan-permasalah hidup.

· Wahyu 3 : 19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

· Mengapa Allah menegor dan menghajar kita? Supaya kita belajar da berubah.



[1] Mandaliem Lembong, MBA “Be A Star”, Metanoia, Jakarta, Oktober 2004.

[2] Ibid.

No comments: