Wednesday, September 3, 2008

Oh, Allah Jatuh Cinta Padaku 2


Misteri Allah dan Rahasia Manusia

Ps. Jonathan Setiawan

Lagu: Ujilah Aku Tuhan.

Baca Keluaran 33:19b !!!

…Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."

Betapa nikmatnya menjadi orang yang menerima anugerah Tuhan. Betapa enaknya menjadi orang seperti Daud yang dipilih dan diurapi Tuhan jadi raja. Betapa bahagianya menjadi orang seperti Abraham yang diberi janji yang luarbiasa untuk menjadi bapa banyak bangsa dan diberkati secara luarbiasa. Betapa menakjubkannya menjadi orang seperti Musa yang mendapatkan pembelaan secara luarbiasa oleh Tuhan. Betapa dahsyatnya jadi orang seperti Elia yang diberi kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat besar. Betapa luarbiasanya menjadi orang seperti Samuel yang diberi kepekaan luarbiasa untuk mendengar suara Tuhan.

Di jaman sekarang ini, kita juga bisa melihat orang-orang yang menerima anugerah Tuhan sampai sedemikian rupa. Pdt Obaja yang pada masa remajanya seakan tidak mempunyai pengharapan sama sekali, sekarang Tuhan angkat menjadi salah satu gembala sidang yang paling berhasil di Indonesia. Atau mungkin salah satu orang yang anda tau baru saja bertobat, langsung menerima berkat Tuhan yang menakjubkan. Atau mungkin kakak anda yang seolah-olah jadi anak kesayangan orang tua dalam keluarga. Atau mungkin orang yang baru saja bergabung dalam gereja dan tiba-tiba diangkat pada posisi yang penting. Atau bahkan mungkin anda sendiri orang yang menerima anugerah Allah dengan cara yang begitu ajaib.

Yang namanya anugerah sudah lama menjadi pembicaraan banyak hamba Tuhan. Yang namanya kasih karunia menjadi sebuah misteri yang tidak bisa dimengerti secara sempurna oleh manusia. Apalagi ketika kita mendengar perkataan Tuhan tentang Yakub dan Esau:

Roma 9:13 seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."

Itulah misteri Tuhan! Seringkali muncul pertanyaan-pertanyaan yang sama di pikiran kita: Kenapa Tuhan memberkati orang itu lebih daripada orang ini? Kenapa Tuhan mengangkat orang itu lebih daripada orang ini? Bukankah menurut penilaian manusia, orang ini hidup lebih benar dari orang itu? Bukankah orang ini lebih baik daripada orang itu? Mengapa? Mengapa? Mengapa?

Kalau kita berkata bahwa seseorang menerima anugerah Tuhan jika dia melakukan ini atau melakukan itu, maka anugerah bukan lagi disebut anugerah, sebab dengan begitu anugerah sudah menjadi upah. Anugerah adalah kita tidak layak, tapi dilayakkan. Sedangkan upah adalah hak yang kita peroleh karena perbuatan atau pekerjaan kita. Jadi tidak mungkin kita merumuskan anugerah Allah berdasarkan perbuatan atau tindakan kita.

Kesaksian: Saya saja kadang-kadang heran kenapa Tuhan memberikan anugerah yang begitu besar kepada saya. Rekan-rekan hamba Tuhan yang lain ada yang berkata pada saya bahwa itu Tuhan lakukan karena saya memang ‘qualified’ / punya kualifikasi yang begus, background keluarga yang mantap, kepandaian, kemampuan khotbah, doa yang lama, hidup dalam kekudusan secara luarbiasa, dst. Kadang-kadang saya tertawa sendiri, kenapa? Karena saya tau persis keadaan saya yang sesungguhnya. Bahkan seringkali ketika saya membandingkan diri saya dengan hamba-hamba Tuhan lain, rasanya saya masih terlalu jauh sekali dalam hal doa, khotbah, kepandaian, kekudusan, dst. Tapi herannya kok anugerah itu Tuhan berikan secara luarbiasa dalam hidup saya. Itu sebabnya saya melihat bahwa anugerah tidak diberikan semata-mata dari perbuatan seseorang.

Sebaliknya kalau kita berpendapat bahwa anugerah diberikan tanpa ada dasarnya sama sekali, hanya sesuai dengan ‘mood’ perasaan Allah saja, sayapun tidak setuju. Bagaimana mungkin kita berkata bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang diberi kesempatan untuk menerima anugerahNya, dan bagi orang-orang yang lain, Allah tidak memberi kesempatan sama sekali? Saya percaya bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang adil, yang tidak membeda-bedakan, yang tidak memandang rupa. Dia mengasihi semua anak-anakNya dengan adil.

Jadi bagaimana anugerah bisa turun atas hidup seseorang? Bagaimana Yakub dikasihi Tuhan sedangkan Esau dibenci Tuhan? Bagaimana orang-orang tertentu lebih diberkati dibandingkan yang lain? Bagaimana sebagian orang menerima kesempatan dan kemudahan yang begitu rupa, sedangkan yang lain mengalami kesulitan yang luarbiasa? Apa rahasianya?

Coba perhatikan perkataan Allah ini: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani. Artinya SESUAI DENGAN HATI ALLAH, itu yang akan Allah lakukan kepada setiap orang. Pada Hati Allahlah letak misteri yang dalamnya tak terselami, tingginya tak terpahami, dan luasnya tak terduga. Akan dilakukanNya kepada setiap orang sesuai apa yang ada di hatiNya.

Hanya orang yang bergaul karib dengan Allah, yang bisa memahami isi hati Allah. Hanya orang yang suka merenungkan FirmanNya siang dan malam, yang bisa mengenal pikiran Allah, tau jalan-jalanNya, dan melihat dengan jelas rencana Allah itu. Dan orang-orang yang seperti inilah yang bisa memahami perbuatan Allah. Merekalah orang yang bisa mengerti mengapa Allah memberkati yang satu dan menahan berkatNya dari yang lain. Hanya orang yang mengenal isi hati Allahlah yang mengetahui mengapa Allah memberikan anugerahNya yang besar kepada seseorang, dan di saat bersamaan mengijinkan orang di sampingnya mengalami banyak pergumulan dan tantangan.

Tanpa mengerti isi hati Allah, sangat sukar bagi kita untuk bisa memahami perbuatan-perbuatan dan keputusan-keputusan Allah. Tanpa mengerti perasaan hati Allah, kita tidak mungkin mengerti mengapa Allah sayang pada Yakub, tapi membenci Allah. Akibatnya bisa-bisa kita kecewa kepada Tuhan, timbul rasa isi dalam hati kita, mulai kita merencanakan perkara-perkara yang jahat terhadap orang-orang yang diberkati Allah, dan tanpa kita sadari, kita mulai menjauh dari Tuhan.

Saya percaya bahwa Allah kita adalah Allah yang adil.

Roma 9:13-14 Seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau." 14 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!

Allah pasti punya alasan mengapa Allah mengasihi Yakub, dan Allah juga punya alasan mengapa Allah membenci Esau. Jangan hanya melihat perbuatan Allah yang tampak mata. Jangan hanya memperhatikan tindakan Allah yang mengasihi Yakub dan membenci Esau. Balajarlah untuk melihat isi hati Allah kenapa Allah melakukan hal itu. Sadarlah bahwa Allah juga punya perasaan sama seperti kita. Sadarlah bahwa Allah punya emosi-emosi hati sama seperti kita. Sadarlah bahwa ada hal-hal tertentu menyukakan Allah dan hal-hal tertentu dibenci Allah. Sadarlah ada hal-hal tertentu menarik perhatian Allah, sedangkan hal-hal yang lain menjijikkan bagi Allah. Sadarlah bahwa ada perbuatan-perbuatan yang menyenangkan hati Allah, tapi juga ada yang menggusarkan dan menimbulkan amarah Allah.

Mengapa Allah mengasihi Yakub dan membenci Esau?

30 Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. 31 Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." 32 Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" 33 Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. 34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Kejadian 25:30-34

Esau memandang ringan hak kesulungan itu. Ini bukan sesuatu yang sepele, kesulungan adalah sesuatu yang sangat serius dan diperhitungkan oleh Tuhan. Mengapa? Pada jaman Perjanjian Lama, anak sulung adalah milik Tuhan. Jadi ketika Esau memandang ringan hak kesulungan itu dan menjualnya kepada Yakub, sesungguhnya yang sedang dia lakukan adalah Esau menolak untuk menjadi milik Tuhan, bahkan Esau lebih memilih sup kacang merah itu ketimbang menjadi milik kesayangan Tuhan. Dengan kata lain Esau menolak Tuhan sendiri. Bagi Tuhan ini adalah penghinaan yang luarbiasa. Anugerah yang begitu besar yang Tuhan berikan kepada Esau untuk menjadi milik kesayangan, dia buang, dia campakkan, dan dia injak-injak demi semangkuk sup kacang merah.

Itu sebabnya Ibrani 12:16-17 mengatakan:

16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Tidak demikian halnya dengan Yakub. Sementara Esau memandang rendah hak kesulungannya, Yakub menghormati dan mengharap-harapkannya dengan sungguh hati. Ini sesuatu yang sangat berarti di hati Allah. Bagi Allah, Yakub tau bagaimana menghormatiNya, bagaimana memperlakukan anugerahNya dengan pantas, dan bagaimana indahnya menjadi milik kesayangan Tuhan. Sejak saat itu, bukan lagi Esau yang sulung, tapi Yakublah yang sulung di hadapan Allah. Dan itu sebabnya, Tuhan bertekad untuk memberikan berkat kesulungan itu kepada Yakub.

BAHKAN ISHAKPUN TIDAK MEMPUNYAI PILIHAN. Sekalipun Ishak lebih sayang kepada Esau daripada Yakub, tapi Tuhan sudah menetapkan pilihannya. Tanpa skema tipu menipu yang direncanakan oleh Ribkapun, Allah lebih dari sanggup untuk membuat Ishak memberikan doa berkat sulung itu kepada Yakub,dan bukan Esau. Persis seperti yang dialami oleh Daud. Setelah Saul ditolak Tuhan sebagai raja atas bangsa Israel, Daud yang dipilih dan diurapi. Daud sadar betul bahwa Allah lebih dari sanggup untuk menjadikan dia raja, tanpa skema tipu menipu atau mengkudeta Saul. Bahkan ketika peluang emas secara manusia itu datang bagi Daud, untuk membunuh Saul, Daud tidak mau melakukannya, bahkan dia melarang orang-orangnya untuk membunuh Saul.

Baca 1 Samuel 26:9-11 !!!

9 Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?" 10 Lagi kata Daud: "Demi TUHAN yang hidup, niscaya TUHAN akan membunuh dia: entah karena sampai ajalnya dan ia mati, entah karena ia pergi berperang dan hilang lenyap di sana. 11 Kiranya TUHAN menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang yang diurapi TUHAN. Ambillah sekarang tombak yang ada di sebelah kepalanya dan kendi itu, dan marilah kita pergi."

Tangan Daud bersih di hadapan Tuhan, dia tidak berlumuran darah membunuh orang yang diurapi Tuhan. Itu sebabnya, suatu saat setelah dia menjadi raja dan ada orang yang memberontak, yaitu anaknya sendiri, Absalom, Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan melindungi dia, dan Tuhan mengembalikan tahtanya.

Sayangnya Yakub terbujuk untuk mengikuti skema tipu menipu yang direncanakan oleh Ribka, ibunya, sehingga dia harus membayar harga yang sangat mahal untuk itu. Apa yang dia tabur, itu yang dia tuai. Dia menipu ayahnya dan berbuat curang kepada Esau, akibatnya dia juga kena tipu berkali-kali dan dicurangi oleh Laban. Namun demikian apapun yang terjadi, Allah telah mengambil keputusan bahwa Yakublah yang sulung. Itu sebabnya berkat kesulungan tetap diberikan kepada Yakub. Dari keturunannyalah, Tuhan memilih untuk membangkitkan suatu bangsa yang besar, yaitu Israel, bangsa pilihan Allah. Itu alasan Allah berkata: Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.

Itu pula alasan yang sama kenapa Tuhan menolak Saul dan memilih Daud. Pada awalnya, Saul adalah orang yang berkenan di hati Tuhan, itu sebabnya Saul diplih dan diurapi menjadi raja. Tapi setelah dia menjadi raja, hatinya mulai terpikat dengan harta kekayaan dan kekuasaan. Dia lebih cinta pada itu semua ketimbang kepada Tuhan. Dia lebih memilih ‘semangkuk sup kacang merah’ itu daripada Tuhan. Itu merupakan kekejian di hadapan Tuhan. Perbuatan Saul itu termasuk dalam daftar perkara-perkara yang dibenci Tuhan. Itu sebabnya urapan yang pernah diberikanNya kepada Saul, diambilNya kembali. Ternyata orang yang pernah dipilih Tuhanpun, kalau tidak jaga hati, bisa ditolak oleh Tuhan. Itulah yang persis dialami oleh Saul.

Sedangkan Daud yang pada awalnya termasuk anak yang ditolak orang tuanya. Saat kontes raja diadakan di dalam keluarga Daud dan semua kakak-kakaknya mendapat kesempatan untuk berjalan di depan Samuel untuk dilihat apakah mereka yang dipilih Tuhan atau tidak, hanya Daud sendiri yang tidak diikutkan kontes tersebut. Saat kakak-kakaknya didandani segagah mungkin, tapi Daud malah disuruh menggembalakan kambing domba. Itu awal mula kehidupan Daud. Akan tetapi pada akhir kehidupannya, anugerah Tuhan begitu limpah, sehingga Daud diangkat menjadi raja paling terkenal yang pernah dimiliki oleh Israel, dia diberkati secara luarbiasa, kemanapun pergi berperang, Tuhan senantiasa mengaruniakan kemenangan, apa saja yang dilakukan seolah-olah dibuat berhasil oleh Tuhan, dan dia diberi umur panjang, kehormatan, kekayaan, keberhasilan yang tiada tara. Wow… sebuah anugerah Tuhan yang begitu menakjubkan yang tidak dialami oleh setiap orang. Bahkan ditambah lagi, Mesias Dunia, Yesus Kristus, Tuhan kita, ditentukan untuk lahir dari garis keturunan Daud.

Apakah Tuhan tidak adil? Membenci Saul dan Mengasihi Daud? Menolak Saul dan memilih Daud? Saya percaya bahwa ALLAH TIDAK PERNAH SALAH MEMBERKATI ORANG. Dengan atau tanpa menyadari, ada banyak hal yang dibenci Tuhan dari kehidupan Saul. Sedangkan Daud kebalikannya sama sekali. Dibandingkan merebut tahta dengan cara membunuh orang yang diurapi Tuhan, lebih baik dia menghormati Tuhan dan menunggu waktunya Tuhan. Dibandingkan emas, perak dan permata, bagi Daud, Tuhan lebih dari segalanya. Dibandingkan pasukan tentara yang besar, Daud lebih percaya pada perlindungan dan pembelaan Allah. Dibandingkan 1000 hari di tempat lain, bagi Daud lebih baik 1 hari di pelataran rumah Tuhan. Dan ini yang Daud katakan: Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, tapi Allah bagianku dan warisanku sampai selama-lamanya. Itu sebabnya Allah jatuh cinta kepada Daud dan memberkati dia sampai sedemikian rupa.

APPLIKASIi: Jangan sampai tanpa sadar, hidup anda tidak berkenan di hadapan Allah. Sama seperti Esau, tanpa sadar, dia tidak menghormati Allah. Tanpa sadar, dia memilih semangkuk sup kacang merah daripada memilih menjadi milik kasayangan Allah. Jangan sampai tanpa sadar, anda melakukan perbuatan-perbuatan yang dibenci Tuhan.

Apalagi dengan sadar melakukannya. Sama seperti Saul, dia sadar berbuat salah, tapi terus melakukannya. Dia sadar Tuhan tidak suka tapi dia tabrak. Jangan sampai anda sadar bahwa sesuatu itu dosa dan kekejian di hadapan Allah, tapi terus anda tabrak dan anda langgar. Cepat ambil keputusan untuk bertobat. Cepat tinggalkan dosa!

Biarlah hidupmu jadi sama seperti Yakub yang menghormati Tuhan lebih dari semangkuk sup kacang merah. Biarlah hidupmu lebih mencintai Tuhan daripada harta kekayaan apapun di dunia ini. Jangan ijinkan semangkuk sup kacang merah itu / persepuluhan itu / 10% itu, lebih engkau pilih daripada memilih Allah! Jangan biarkan 90% hartamu itu memiliki engkau sehingga engkau menjauh daripada Tuhan. Ingat bahwa Allah adalah Allah yang menguji hati. Allah tau apakah engkau lebih suka harta kekayaan sup kacang merah yang tampak begitu sedap dan menggoda itu, atau engkau lebih cinta kepada Allah.

Biarlah hidupmu jadi seperti Daud yang suka tinggal dalam hadirat Tuhan daripada melakukan 1000 perkara lain. Biarlah hatimu menanti-nantikan untuk datang ke rumah Tuhan beribadah bersama orang-orang kudus yang lain, memuji dan memuliakan Tuhan. Biarlah dari hidupmu naik ucapan syukur yang manis kedengarannya di hadapan Tuhan.

Biarlah perenungan hatimu menyukakan hati Tuhan. Biarlah engkau berpegang pada Firman Tuhan meskipun tampaknya rugi, daripada melanggar Firman Tuhan. Biarlah Allah menjadi bagian dan warisanmu sampai selama-lamanya. Maka saya percaya bahwa anugerahNya yang besar dan kasih karuniaNya yang berlimpah akan dia berikan dalam kehidupanmu.

Ingatlah Misteri Allah terletak pada HATINYA. Jadilah orang yang bisa mengambil hati Allah. Jadilah orang yang membuat hati Allah tersentuh. Senangkan hatiNya, muliakan Dia, berikan hanya yang terbaik bagi Allah. Bukan saja hartamu, tapi perenunganmu, perkataanmu, dan setiap perbuatanmu, biarlah itu berkenan dan menyenangkan hatiNya. Maka lihatlah PINTU ANUGERAHNYA SUDAH TERBUKA. Segala yang terbaik yang ada dalam perbedaharaanNya akan Dia perintahkan untuk datang kepadamu.

Pertanyaannya: Bagaimana menyenangkan hati Allah? Bagaimana menyentuh hati Allah? HATI HANYA AKAN TERSENTUH DENGAN HATI! Hati Allah hanya akan terpesona dengan hati. Mengapa? Karena Alkitab berkata: Manusia melihat apa yang di depan mata, tapi Allah melihat hati. Hati andalah yang sanggup menyentuh hati Allah. Hati andalah yang menentukan anugerah yang akan Allah berikan dalam kehidupan anda.

Itu sebabnya kalau ada seseorang diberkati Tuhan secara luarbiasa, saya percaya hatinyalah yang membuat Allah melakukan hal itu. Anda bisa mempunyai pemikiran dan pertimbangan yang berbeda dengan Allah. Anda bisa saja berpikir bahwa orang itu tidak sepantasnya diberkati seperti itu. Anda bisa saja berpendapat bahwa andalah yang seharusnya lebih layak mendapatkan berkat itu. Itu tidak jadi masalah. Saya percaya ALLAH TIDAK PERNAH SALAH MEMBERKATI SESEORANG. Sekalipun menurut anda, orang itu masih kurang ini kurang itu, tapi pasti ada sesuatu dalam hidupnya yang menyentuh hati Allah. Pasti ada sesuatu dalam hatinya yang tidak anda ketahui, yang membuat Allah terharu dan mengambil keputusan untuk menghujani dia dengan berkat yang luarbiasa berkelimpahan.

Oleh karena itu, kalau saya mempelajari hidup seseorang yang berhasil: apakah dia hamba Tuhan, pengusaha, karyawan, artis, dst. Yang pertama saya perhatikan adalah hatinya. HATI ITULAH RAHASIA MANUSIA. Sama seperti misteri Allah terletak pada hatiNya, demikian juga rahasia manusia terletak pada hatinya. Lebih dari prestasinya, lebih dari strataginya, lebih dari langkah-langkahnya, hatinyalah yang paling utama dan paling berharga. Karena itulah yang dinilai Allah. Saya lebih suka mempelajari cintanya kepada Tuhan, ketulusannya, kesungguhan hatinya kepada Tuhan, pengorbanan yang pernah dia lakukan, ketaatannya, penundukan dirinya, dst. Semua yang berhubungan dengan hatinya, itulah yang pertama saya lihat dan saya pelajari, karena saya tau bahwa itulah yang dinilai Tuhan, apakah Tuhan mau mencurahkan berkatNya yang luarbiasa itu atau tidak.

Saya tau, tanpa hati yang menyenangkan Allah, saya bisa saja jadi orang yang pandai, tapi saya hanya akan menjumpai kegagalan dan kekalahan. Sebaliknya, sekalipun saya biasa-biasa saja, tapi kalau hati saya menyenangkan hati Tuhan, Tuhan bisa mengajari saya hal-hal yang saya tidak pahami, Tuhan bisa memberikan karunia-karunia rohani yang tadinya tidak saya miliki, dan itu yang mendatangkan berkat, kemenangan dan keberhasilan yang luarbiasa.

Tapi yang menjadi permasalah paling besar bagi manusia adalah kita mempunyai kecenderungan untuk menganggap diri kita baik. Sangat sukar bagi manusia untuk melihat bahwa pemikirannya salah, hatinya tidak benar, dan perbuatannya keliru. Tapi sangat mudah bagi manusia untuk menudingkan jari kepada kesalahan dan kelemahaan bahkan yang paling kecil dari orang lain. Sampai-sampai Yesus menegur dan berkata: Jangan engkau melihat selumbar di mata orang lain, sedang balok di matamu sendiri tidak kamu lihat.

Amsal 21:2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Berbahagialah orang yang bisa menyelidiki hatinya sendiri! Berbahagialah anda kalau anda bisa menyadari kekurangan dan kelemahan anda sendiri! Berbahagialah kalau anda tau hal-hal dalam hidup anda yang tidak berkenan di hadapan Allah! Berbahagialah anda kalau anda bisa mengevaluasi diri dan menyadari apa saja yang perlu anda rubah sehingga hati Allah berkenan dan anugerahNya Dia curahkan dalam hidup kita. Itu yang disebut HATI YANG BIJAKSANA.

Dengan jalan begini, kita bisa memperbaiki kesalahan kita, mengubah kekurangan kita, meluruskan jalan kita, sehingga bukannya perkara yang dibenci Allah yang ada dalam hidup kita, tapi perkara yang menyentuh hati Allah, yang mempesona Allah, yang menakjubkan Allah, sehingga anugerahNya dan kasih karuniaNya berkelimpahan dalam hidup kita.

Dan satu-satunya cara kita bisa melihat hati kita yang sesungguhnya adalah melalui UJIAN. Hanya hati yang sudah lulus ujian dan melalui proses pembuktian, yang disebut hati yang teruji dan terbukti. Itu sebabnya Daud berdoa kepada Tuhan:

2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. 3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.

Mazmur 26:2-3

Banyak orang Kristen takut untuk mengucapkan doa Daud ini. Kebanyakan orang berpikir: Tanpa berdoapun sudah ada banyak masalah dan ujian dalam hidupku, apalagi berdoa pada Tuhan dan minta diuji, apa nggak salah itu?! Dulu saya juga punya pemikiran seperti itu, tadinya saya juga punya pendapat yang sama. Itu sebabnya doa Daud ini adalah doa yang paling saya hindari dalam hidup saya.

Sampai akhirnya suatu saat Tuhan membukakan pemikiran dan dan membuat saya sungguh-sungguh mengerti bahwa hatilah yang menentukan berkat Tuhan atas hidup kita. Dan ujianlah yang bisa satu-satunya alat yang menjadi bukti bagi Allah apakah hidup kita berkenan di hadapanNya atau sebaliknya. Sejak saat itu, saya tidak takut lagi mengucapkan doa yang satu ini: Ujilah ak, Tuhan, cobalah aku Tuhan; selidiki hatiku dan batinkanKu; mataku tertuju padaMu.

Saya berdoa anda juga tidak takut mengucapkan doa Daud ini. Karena apakah kita takut atau tidak takut, kita tetap akan diuji. Sama-sama diuji, daripada lari, lebih baik kita hadapi dengan lapang hati. Kita ucapkan doa itu dengan satu pengertian bahwa hanya ketika hati kita lulus ujian Tuhan, maka hati kita berkenan dan menyenangkan Allah.

Hanya ketika hati kita diuji, kita bisa mengetahui seperti apakah hati kita sesungguhnya:

§ Hanya ketika ada orang lain yang memperlakukan kita dengan cara yang tidak benar, mengata-ngatai kita, dan menuduh yang tidak-tidak, maka kita bisa mengetahui bahwa sesungguhnya hati kita penuh kasih pengampunan atau kekecewaan dan kebencian.

§ Hanya ketika kita diberi perintah oleh pemimpin kita yang tidak sesuai dengan pemikiran dan pengharapan kita, maka kita bisa mengetahui apakah kita sungguh-sungguh sudah memiliki ketaatan dan penundukan diri seperti yang kita bayangkan, atau kenyataannya kita hanya mau taat dan tunduk kalau perintah itu sesuai dengan pemikiran dan hati kita.

§ Ada 2 penyebab orang tidak berbuat dosa: karena hati yang sudah dikuduskan dan karena tidak punya kesempatan alias terpaksa tidak berbuat dosa. Kalau anda punya kesempatan berbuat dosa (menonton video porno, berjudi, menipu, dst), tapi anda tidak lakukan, saat itulah Tuhan akan melihat kekudusan dalam hati anda. Tapi kalau anda tidak berbuat dosanya saat di gereja, tidak nonton video pornonya karena takut ketahuan, tidak berjudinya karena tidak ada uang lagi, maka sesungguhnya hati anda sama sekali belum teruji dan terbukti.

§ Hanya melalui ujian waktulah, kesetiaan bisa dibuktikan. Waktu kita harus melewati saat senang dan susah bersama, saat di mana semua rasanya sehati dan saat muncul perbedaan, saat kita kagum dengan kehebatannya dan saat kita jengkel dengan kekurangannya, dst. Hanya orang setia yang bisa bertahan melalui itu semua. Sedangkan orang yang tidak setia, akan memiliki 1001 dalih untuk tidak setia.

§ Kita akan tau bahwa hati kita mengikut Tuhan dengan tulus atau tidak, bukan pada saat semuanya berjalan dengan lancar dan hidup kita diberkati berlimpah-limpah. Justru pada saat kesusahan terjadi, usaha kita macet, keadaan kita terjepit, saat itulah muncul siapa identitas kita yang sesungguhnya. Apakah kita tetap setia dan berkata: Terpujilah nama Tuhan! Atau sebaliknya kita mulai menyalahkan orang lain, kita menyalahkan Tuhan, kita mulai pakai cara-cara dunia yang tidak benar, kita berhenti mengembalikan persepuluhan, dan bahkan kita mulai berpikir untuk undur dari Tuhan. Renungkan baik-baik!

Oleh karena itu, sadarlah bahwa Doa Daud ini sangat penting bagi kita, kita perlu minta Tuhan untuk menguji kita, mencoba kita, menyelidiki hati dan batin kita. Rubah pola pikirmu yang salah! Jangan lagi melihat ujian sebagai sebuah momok yang menakutkan, yang membuat hidup kita menderita dan sengsara. Belajarlah melihat ujian sebagai alat Tuhan untuk menolong kita mengenal keadaan hati kita sesungguhnya, sehingga hati kita bisa mengalami pembaharuan, semakin hari semakin indah, semakin berkenan, dan semakin menyenangkan hati Tuhan. Sesungguhnya inilah yang akan membawa kita untuk mengalami: Dari kemenangan pada kemenangan, dari berkat pada berkat, dan dari kemuliaan pada kemuliaan Allah yang ajaib. Haleluya!

Kesaksian: Banyak orang yang kagum akan keberhasilan Pak Obaja sebagai salah satu gembala sidang paling berhasil di Indonesia. Oleh karena itu, ada banyak hamba Tuhan dari berbagai kota, pulau, bahkan negara datang untuk belajar rahasia keberhasilan Pak Obaja. Saya melihat itu semua sebagai sesuatu yang baik. Akan tetapi sayangnya, menurut saya sebagian orang salah belajar. Mereka belajar tentang metode pertumbuhan gereja, strateginya, sistem kesekretariatannya, tata ibadahnya, cara khotbahnya. Ada juga yang belajar gaya pakaiannya, cara salaman dengan jemaatnya, model rambutnya, dst. Ya itu semua sesuatu yang baik.

Tapi sayang sekali kebanyakan orang melewatkan pelajaran yang lebih penting dari semuanya itu, yaitu: HATINYA.

§ Mereka tidak belajar pengorbanan yang harus Pak Obaja lakukan dengan meninggalkan bisnisnya yang sudah berhasil untuk merintis gereja sesuai dengan yang Tuhan perintahkan.

§ Banyak yang tidak tau bahwa setelah Pak Obaja melakukan semuanya itu, dia masih berkata begini: Kalau ada yang mau menggantikan saya menjadi gembala sidang, saya persilahkan, saya tidak berkeberatan. Banyak orang tidak belajar ketulusan hati yang seperti inilah yang dicari Tuhan. Pengorbanan yang tidak tulus, tidaklah berkenan di hadapan Tuhan. Tapi pengorbanan yang tulus itu yang menyentuh hati Allah.

§ Banyak yang tidak tau bagaimana Pak Obaja memegang teguh prinsip kebenaran. Pada saat ada perpecahan dalam salah satu gereja yang paling besar di Indonesia, pihak yang satu sempat menghubungi Pak Obaja dan berkata: Pak, kami mau bergabung, tolong ijinkan kita pakai nama Gereja Keluarga Allah, maka saat ini juga kita langsung punya ribuan jemaat yagn siap mendukung. Mungkin bagi hamba Tuhan lain, ini adalah sebuah peluang emas. Tapi saya melihat Pak Obaja seperti Daud, saat peluang emas menurut manusia itu datang untuk membunuh Saul, Daud tidak mau melakukannya karena dia memegang teguh kebenaran, tidak boleh menyentuh orang yagn diurapi Allah. Jadi Pak Obaja meminta maaf dan tidak bersedia menerima permintaan itu. Sedangkan ada banyak orang malah berbuat yang sebaliknya, mencari kesempatan dalam kesempitan, menyerobot, mengkhianati dan menghancurkan. Itu sebabnya berkat kebenaran tidak pernah mereka terima.

§ Dst.

Hal-hal yang seperti itulah yang seringkali dipandang sebelah mata oleh manusia, sebab manusia melihat apa yang di depan mata saja. Tapi sesungguhnya itulah harta yang paling bernilai. Itu sebabnya suatu kali saya berkata pada Pak Obaja: Pah, lebih dari harta yang bisa Papah berikan, lebih dari pendidikan yang sudah Papah berikan, lebih dari ilmu dan teori pertumbuhan gereja yang Papah bisa ajarkan, hati yang takut akan Tuhanlah yang menjadi warisan rohani paling bernilai bagi saya. Teladan ketulusan hati, kesungguhan hati, kerendahan hati, cinta akan Tuhan, pengorbanan, kesetiaan, ketaatan, dst. Itu lebih berharga dari apapun juga.

Itu sebabnya berkat yang Pak Obaja terima, juga saya terima. Berkat yang Tuhan alirkan pada Pak Obaja, juga mengalir kepada saya. Anugerah yang Allah limpahkan pada Pak Obaja, juga melimpah dalam hidup saya.

Saya berdoa supaya anda juga memiliki hati yang seperti itu: ketulusan hati, cinta akan Tuhan, ketaatan dan penundukan diri, kesetiaan, pengorbanan, dst. Begitu hati seperti itu Tuhan deteksi dalam hidup anda, saya yakin hati Allah akan tergetar, tersentuh, dan terpesona. Saat itulah anugerahNya dan kasih karuniaNya akan Dia limpahkan kepada anda.

No comments: