Monday, September 8, 2008

Sukses Tanpa Batas 2


Ps. Jonathan Setiawan


Minggu lalu kita belajar 2 rahasia sukses tanpa batas: Prinsip Keinginan dan Visi Tanpa Batas. Saya percaya sementara kita belajar rahasia sukses tanpa batas, Tuhan akan memberikan pengurapan dan pertolongannya kepada kita sehingga setiap orang di tempat ini akan menjadi orang-orang yang sukses tanpa batas. Di bidang manapun Tuhan menempatkan kita, jangan sampai kita menjadi orang yang kalah, tapi biarlah kita beranakcucu! Bertambah banyak! Memenuhi bumi! Menaklukkannya! Dan Berkuasa! Berapa banyak siap mengalami sukes tanpa batas?


Hari ini saya masih ingin melanjutkan poin kedua: Visi Tanpa Batas. Minggu lalu baru setengah bagian dari visi tanpa batas yang saya ingin sampaikan kepada anda. Oleh karena itu, minggu ini, saya ingin membagikan yang setengah lagi kepada anda.


  • Prinsip Keinginan.


  • Visi Tanpa Batas (2).


    • 2 Raja 2:9-10

      9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu." 10 Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."


    • Pada waktu itu Tuhan hendak mengangkat Elia ke Surga. Dan seperti yang kita ketahui, Elisa mengikuti Elia dari Gilgal ke Bethel terus ke Yerikho dan akhirnya menyeberangi Sungai Yordan. Sesudah itu Elia berkata pada Elisa: Mintalah apa yang engkau ingin aku lakukan? Elisa menjawab: Aku minta urapan dobel porsi daripadamu! Nah, saya ingin anda perhatikan jawaban Elia: Yang kauminta itu adalah sukar! Bukan mudah, bukan biasa, …SUKAR !!! TETAPI jika engkau dapat MELIHAT, engkau akan MEMILIKINYA.


    • Memang Elia sudah memperingatkan Elisa terlebih dahulu YANG KAUMINTA ITU ADALAH SUKAR.
      Sukar bagi Elisa untuk melihat dirinya sendiri mempunyai kuasa 2 kali lipat dari yang dimiliki Elia. Jangankan 2 kali lipat, membayangkan dirinya sebanding dengan Elia saja, itu bukan sesuatu yang mudah. Kalau Elisa melihat Elia, dia bisa minder sendiri. Bagaimana tidak, Elia adalah nabi yang berdoa supaya api turun dari langit dan api itu turun. Elia jugalah yang melakukan mujizat yang spektakuler: Dia memerintahkan hujan tidak turun, dan hujan tidak turun. Setelah 3 ½ tahun, dia memerintahkan hujan turun, maka hujan turun. Bagaimana mungkin Elisa bisa melihat bahwa dia memiliki urapan 2 kali lipat dari yang dimiliki nabi besar itu.


Itu sebabnya Elia berkata: Yang kauminta itu adalah sukar, tapi kalau engkau bisa melihatnya, engkau akan memilikinya. Dan yang luarbiasa ternyata Elisa bisa melihat visi itu sehingga urapan dobel porsi menjadi miliknya. Jumlah mujizat yang dilakukan Elisa, yang tercatat dalam Alkitab, dua kali lipat lebih banyak dibandingkan jumlah mujizat yang dilakukan Elia. Sungguh luarbiasa! Ternyata memang Allah kita bukanlah Allah yang memandang muka. Elisa yang tadinya bukan siapa-siapa, tapi karena berani percaya dan bisa melihat visi Allah itu, Allah sanggup memakai dia dua kali lipat lebih dahsyat dibandingkan Elia.


  • Itu sebabnya Tuhan juga berkata pada Abraham, "Lihatlah bintang-bintang di langit! Lihatlah pasir di lautan! Kalau engkau bisa melihatnya, engkau akan memilikinya!" Itu sebabnya juga Yesus berkata: Apa yang Aku LIHAT Bapa lakukan, itulah yang aku lakukan! Yesus hanya melakukan apa yang Ia lihat. Tidak heran Dia memiliki sukses yang luarbiasa dalam pelayanan. Itulah KEKUATAN VISI.








  • Pertanyaan saya kepada anda: CAN YOU SEE? BISAKAH ANDA MELIHAT?


    Kebanyakan orang Kristen hanya sekedar melakukan pekerjaan, tanpa terlebih dahulu melihat. Tidak heran kebanyakan orang Kristen tidak mendapat apa-apa sama seperti 50 nabi yang hanya berdiri dari jauh dan tidak bisa melihat Elia terangkat ke Surga, pada akhirnya mereka tidak mendapatkan urapan dobel porsi itu.


  • Mulai hari ini lihatlah VISI TANPA BATAS itu dalam kehidupan anda!
    Dapatkan pewahyuan akan visi menjangkau ratusan juta bahkan milyaran jiwa bagi Kristus! Mulai lihat bintang-bintang di langit dan pasir di lautan! Hitung satu per satu karena Allah katakan kalau engkau bisa melihatnya, maka engkau akan memilikinya. Lihatlah bahwa anda bisa mengalami sukses tanpa batas! Bisnis anda berkembang tanpa batas! Keungan anda berkembang secara dahsyat! Berkat dan kelimpahan yang Tuhan berikan bertumbuh tanpa batas! Bahkan hidup anda jadi berkat tanpa batas!


  • Ingat: Supaya Abraham bisa melihat bintang-bintang di langit, yang pertama yang harus dia lakukan adalah MENINGGALKAN KEMAH BATAS-BATASNYA.


    Kejadian 15:1-6

    1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." 2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." 3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." 4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." 5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.


  • Sadarkah anda bahwa bagi Abraham untuk membayangkan dirinya memiliki keturunan seperti bintang di langit dan pasir di lautan adalah hal yang sukar? Dia sendiri tidak punya anak, dia bahkan sudah mati pucuk dan istrinya mati haid. Apa pengharapan yang dia miliki pada waktu itu? Masak kakek tua seperti Abraham yang tidak mempunyai seorang anakpun bisa memiliki keturunan sebanyak itu. Itu sebabnya waktu Allah berjanji hendak memberikan upah yang sangat besar, Abraham menjawab: Untuk apa upah itu, aku sendiri tidak mempunyai anak, paling-paling Eliezer yang akan mewarisi itu semua. Memang tidak semudah itu untuk bisa melihat janji Allah.


  • Oleh karena itu, Tuhan harus membawa Abraham untuk keluar dari kemahnya terlebih dahulu. Kemah itu berbicara tentang batasan-batasannya yang sempit. Abraham membatasi cara kerja Allah dengan keterbatasan pemikirannya sendiri yang sempit. Dalam benak Abraham, Abraham berpendapat bahwa kalau dia ingin mempunyai anak, maka syaratnya adalah usianya harus lebih muda, istrinya tidak boleh mati haid terlebih dahulu, dst. Abraham punya aturan main sendiri dalam pemikirannya: harus begini supaya bisa seperti ini, harus begitu supaya bisa seperti itu. Dan ini semua membatasi dirinya sendiri untuk menerima janji Allah yang tidak terbatas itu.


  • Kesaksian: Saya sendiri juga mengalami tantangan yang dihadapi oleh Abraham ini. Saya tau proses pertumbuhan dari nol sampai 4000 jemaat dalam waktu 7 tahun: semua tantangan, pergumulan, dan masalah yang harus saya hadapi. Saya tau bagaimana perjuangannya, bagaimana tantangannya, dan bagaimana persoalan-persoalan yang harus saya hadapi.


    Jadi ketika Tuhan membukakan visi yang tanpa batas ini, sukar bagi saya untuk membayangkan bahwa gereja kita memiliki jemaat jutaan apalagi ratusan juta! Saya tidak bisa membayangkan tentang bagaimana tempat ibadahnya! Saya juga tidak tau bagaimana mengaturnya? Siapa yang khotbah? Terlebih lagi bagaimana bisa mengumpulkan ratusan juta jemaat?





    Dalam pemikiran saya, saya membatasi cara kerja Tuhan dengan teori saya sendiri. Kalau gereja mau bertumbuh, caranya harus seperti ini. Proses pertumbuhan gereja yang sehat harusnya masuk dalam tahap A dulu, baru kemudian B, C, D, dst. Pertumbuhan gereja yang baik adalah dari 100, 200, 300, 400, 500, dst. Intinya saya punya terlalu banyak aturan main yang membatasi cara kerja Allah.


    Oleh karena itu, saya merasakan guncangan yang hebat dalam roh saya ketika Tuhan mulai menantang saya: Bagaimana kalau visi Gereja Keluarga Allah dirubah?! Bagaimana kalau tidak lagi 10000 jemaat?! Kenapa tidak 100 juta saja?! Kenapa tidak seluruh dunia sekalian?!
    Kenapa harus dari kecil semakin bertumbuh besar? Kenapa tidak bisa langsung menjadi raksasa? Bukankah gereja mula-mula mengalami pertambahan 3000 jiwa hanya dalam sekali khotbah? Apa mustahil bagi gereja jaman sekarang untuk mengalami pertambahan 3 juta jiwa dalam satu hari? Kalau teori saya sedemikian hebat, mengapa saya hanya memiliki 4000 jemaat, mengapa tidak 4.000.000 atau 400.000.000 jemaat seperti yang dimiliki oleh 2 anak muda berusia 31 tahunan melalui Google?


  • Applikasi:
    • Kita harus keluar dari kemah keterbatasan kita. Jangan batasi bisnis, pekerjaan dan keuangan anda dengan keterbatasan pemikiran anda sendiri. Jangan membatasi cara kerja Allah dengan visi, teori, dan aturan-aturan main kita yang terlalu sempit. Keluarlah dari kemahmu!
    • Jangan percayai bahwa kalau Tuhan memberkati keuangan kita, maka keuangan kita harus bertambah dari Rp 1 juta, Rp 2 juta, Rp 3 juta, dst. Itu bisa saja terjadi! Tapi percayalah bahwa Allah berkuasa untuk membuat Rp 1 juta anda menjadi Rp 1 Milyar dalam 1 tahun. Anda percaya?!
    • Jangan berpikir bahwa kalau Tuhan memberkati usaha anda, maka proses pertumbuhan bisnis anda selalu dari kecil kemudian membesar dan semakin membesar. Kalau anda memang bisa dipercayai dengan perkara besar, saya yakin Allah tidak akan menahan-nahan berkatNya, bisa saja dia langsung memberikan BOOMING bagi bisnis anda.
    • Demikian juga karir pekerjaan anda. Sebagian besar orang menempuhnya dari bawah ke atas! Tapi percayalah bahwa Allah bisa membuat karir dan gaji anda melejit seperti meteor dan anda bisa menjadi berkat dengan banyak! Tapi miliki visi tanpa batas terlebih dahulu hari ini!


  • Baru setelah Abraham keluar dari kemahnya, Allah berfirman berfirman, "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Setelah batasan dan rintangannya disingkirkan, baru kemudian Abraham bisa melihat bintang-bintang di langit sebagai janji Allah dalam hidupnya. Dan pada saat itulah Abraham bisa percaya kepada janji Allah dan Allah memperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.


  • Ketika saya berhasil menyingkirkan kemah batasan-batasan itu dalam diri saya, pada saat itulah saya bisa melihat dan mempercayai janji Allah yang tanpa batas itu. Saya percaya sukses tanpa batas. Saya percaya 100 juta jiwa, bahkan seluruh dunia bisa ditaklukkan dan diselamatkan bagi Kerajaan Allah. Saya bisa membuka diri saya terhadap cara-cara baru yang belum pernah saya ketahui sebelumnya untuk mencapai visi tanpa batas itu. Saya mulai diajari Tuhan untuk membangun hubungan dengan orang-orang yang tadinya tidak pernah saya kenal. Saya mulai lebih bisa mengerti apa yang tadinya tidak pernah bisa saya mengerti. Dan saya percaya, suatu saat nanti janji Allah yang besar itu akan digenapi dalam hidup saya. Allah yang menggenapi janjiNya pada Abraham, Allah yang sama itulah yang saya sembah yang pasti juga menggenapi janjiNya dalam hidup saya.


  • Saya tantang anda untuk menyingkirkan batasan-batasan yang menghambat rencana Allah dalam hidup kita. Sekalipun itu tampaknya mustahil sekarang ini, sekarang visi yang Allah berikan sepertinya jauh sekali bagaikan bintang di langit yang tidak tergapai, sekalipun rencana Allah terlalu rumit dan banyak seperti pasir di lautan yang tidak mungkin kita hitung! Seberapapun mustahilnya itu, saya tantang anda untuk berani menyingkirkan semua keterbatasan pikiran itu. Percayalah bahwa Allah sanggup melakukan perkara-perkara yang di luar pemikiran kita.




    Mulailah melihat bintang-bintang di langit! Saya tantang anda untuk melihat visi tanpa batas yang belum pernah anda bayangkan sebelumnya! Saya tantang anda untuk berani bermimpi perkara-perkara yang besar dan sukses tanpa batas. Kalau anda bisa melihatnya dan mempercayainya, percayalah Allah pasti setia menggenapi janjinya dalam hidup anda.


  • Applikasi: Tanyakan pada diri anda sendiri, apa visi anda untuk pertumbuhan rohani, pelayanan, pekerjaan, keuangan, studi, keluarga, dst. Mulai lihatlah rencana Allah! Pandanglah visi Allah! Bintang-bintang di langit dan pasir di lautan karena sebanyak itulah keturunanmu! Sebanyak itulah berkat yang akan Allah berikan kepadamu!



  • KEKUATAN LAPANGAN BERMAIN.


    • Untuk mencapai sukses tanpa batas, kita harus bermain di lapangan yang tanpa batas. Lapangan bermain kita sangat menentukan prestasi kita. Semakin kecil lapangan kita, semakin kecil pula prestasi kita. Sebaliknya, semakin besar lapangan kita, semakin besar pula prestasi kita.


    • Contoh: Hiu yang sama yang kita lihat panjangnya bisa bermeter-meter, kalau ditaruh dalam akuarium yang kecil mungkin hanya bisa mencapai 30 cm. Bibitnya sama, jenisnya sama, kualitasnya sama akan tetapi yang satu dilepas di lapangan bermain yang kecil, akibatnya hanya menjadi hiu yang kecil. Sedangkan yang satu lagi dilepas di lautan bebas yang luasnya tidak terbatas sehingga bisa bertumbuh berlipat kali ganda dan menjadi penguasa lautan yang ditakuti. Itulah kekuatan lapangan bermain.


  • Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa ROH DI DALAM KITA LEBIH BESAR daripada semua roh yang ada di dunia. Artinya sebagai orang Kristen yang penuh dengan Roh Kudus, sesungguhnya Tuhan sudah menaruh bibit hiu ini dalam diri kita. Ada potensi yang besar dalam diri setiap orang percaya untuk melakukan perkara-perkara yang besar dan ajaib jauh melampaui orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Bahkan Tuhan memberi kita kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat.


Jadi seharusnya prestasi kita lebih besar daripada orang di luar Tuhan itu. Akan tetapi kenapa pada kenyataannya sekarang ini prestasi orang Kristen kalah dibandingkan mereka. Bagaimana mungkin terjadi?! Ibaratnya bibit kita adalah hiu, sedangkan mereka adalah gurame. Bagaimana mungkin tampaknya gurame-gurame itu tampak lebih besar daripada hiu?


  • Jawaban saya sederhana: Lapangan bermain kita salah! Harusnya medan kita ada di lautan, tapi kita hanya bermain di akuarium. Akibatnya meskipun roh yang di dalam kita lebih besar, potensi yang kita miliki lebih hebat, dan bibit yang ada pada kita lebih unggul, tetap saja kita menjadi kerdil karena lapangan bermain yang salah. Inilah yang menjadi penyebab mengapa prestasi kita lebih kecil daripada orang dunia. Saya percaya mulai hari ini, melalui pewahyuan Firman Allah, maka perubahan akan terjadi dalam gereja Tuhan. Mulai hari para hiu akan bermain di tempat luas, bertumbuh besar dan menjadi penguasa.


  • Selama ini kita membatasi lapangan bermain kita hanya di dalam empat tembok gedung gereja saja, sedangkan lapangan bermain yang digunakan orang di luar Tuhan adalah DUNIA.


    • Coba bandingkan GEREJA DAN SHOPPING MALL. Banyak gereja hanya buka 1 minggu 1 kali, sedangkan mall buka tiap hari dari pagi sampai malam. Jadi bagaimana mungkin gereja bisa bersaing, apalagi menang? Kita sudah kalah sejak pertandingan awal dimulai. Kenapa? Lapangan bermain kita, kita potong sendiri.
    • Ada banyak orang Kristen yang demikian. Kita selalu berkata: "Sudahlah, begini saja cukup, ngapain muluk-muluk, ngapai repot-repot, ngapain susah-susah berjuang, hasilnya belum tentu ada!" Ini ibaratnya kita sendiri yang membatasi berkat yang Tuhan ingin curahkan dalam hidup kita. Tuhan ingin memberikan Tanah Perjanjian, yaitu Tanah Kanaan yang berlimpah-limpah susu dan madunya, akan tetapi kita lebih memilih Mesir yang memperbudak hidup kita.





      Kenapa? Karena ada banyak orang Kristen malas. Untuk merebut Tanah Perjanjian, Bangsa Israel harus berperang, berjuang, bekerja keras, berkorban, dan melakukan berbagai macam daya upaya. Ada banyak orang Kristen yang berharap mendapatkan janji Tuhan tanpa berjuang sungguh-sungguh, itu mimpi kosong. Hari ini jangan puas tinggal di Mesir! Jangan puas tinggal di padang gurun! Mari kita berjuang dan mulai berperang merebut setiap wilayah berkat yang Tuhan berikan kepada kita!


  • Mulai hari ini, mari kita umumkan REVOLUSI!
    Mari kita perluas cara berpikir kita! Mari kita pindah dari akuarium menuju lautan bebas yang tanpa batas. Mari kita lakukan perkara-perkara besar bagi Tuhan. Yang saya maksudkan di sini bukan hanya gereja, tapi setiap orang Kristen.


  • Applikasi:
    • Pikirkan bagaimana anda bisa masuk dalam lapangan bermain yang lebih luas dalam bisnis anda!
    • Coba renungkan bagaimana keuangan anda bisa keluar dari akuarium dan mulai menjelajah lautan bebas yang tanpa batas itu. Maka anda akan melihat kuasa Allah yang besar dan tanpa batas dinyatakan dalam hidup anda.


  • Kalau anda baca baik-baik Kitab Injil, maka anda akan menemukan satu fokus yang luarbiasa dari pelayanan Yesus. Dia senantiasa berbicara tentang KERAJAAN ALLAH. Setiap kali Dia memberitakan Injil, Dia senantiasa berkata, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat!" Setiap kali Dia memberi perumpamaan, Dia selalu menceritakan perumpamaan-perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Bahkan ketika Dia menyuruh murid-muridNya berdoa, ini yang Dia ajarkan: Datanglah KerajaanMu di bumi seperti di Surga. KERAJAAN, KERAJAAN, KERAJAAN! YESUS BERFOKUS PADA MEMBANGUN KERAJAAN, MAKA TIDAK HERAN KALAU DIA BISA MENGALAMI SUKSES YANG LUARBIASA.


  • Illustrasi: Ada seseorang yang sedang lewat di sebuah tempat yang sedang dibangun rumah. Di sana dia melihat ada banyak tukang yang sedang sibuk bekerja, jadi dia penasaran untuk menanyai mereka. Maka dia mendekati tukang pertama dan kemudian bertanya, "Pak, apa yang sedang anda kerjakan?" Herannya tukang pertama tersebut menjawab dengan tidak senang hati, "Memangnya anda tidak punya mata sampai tidak bisa melihat saya sedang melakukan apa? Tentu saja saya sedang MEMECAHI BATU-BATU INI!" Dijawab dengan pedas seperti itu, ternyata tidak membuat orang ini putus asa, dia berjalan lagi dan berbicara dengan tukang kedua, "Pak, apa yang sedang anda kerjakan?" Tukang kedua itu menjawab, "Saya sedang bekerja supaya saya bisa MENCUKUPI KEBUTUHAN anak istri saya!" Ini adalah jawaban yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan jawaban yang pertama. Tapi orang itu tidak mau berhenti sampai di situ saja, jadi dia berbicara kepada tukang ketiga, "Pak, apa yang sedang anda lakukan?" Tukang ketiga menjawab dengan bangga, "Saya akan MEMBANGUN SEBUAH RUMAH yang besar dan megah!"


Apakah anda bisa merasakan LEVEL PERBEDAAN jawaban yang diberikan ketiga tukang itu? Sama-sama melakukan pekerjaan yang sama, tukang pertama berpikir bahwa dia sedang memecahi batu; tukang kedua bekerja mencukupi kebutuhan keluarga; dan tukang ketiga mempunyai pemikiran yang jauh lebih maju, yaitu membangun rumah.


  • Sama-sama berjualan HP, pengusaha pertama mungkin berpikir bahwa dia sedang berjualan HP tanpa mempunyai visi yang jelas; pengusaha kedua berpikir bahwa dia sedang cari uang yang banyak untuk mencukupi kebutuhannya; dan pengusaha ketiga berpikir bahwa dia sedang MEMBANGUN SEBUAH KERAJAAN BISNIS HP yang besar. Dari cara berpikir yang berbeda ini saja, saya berani berkata bahwa suatu saat nanti pengusaha kedua akan lebih sukses dari pengusaha pertama, pengusaha ketiga akan jauh lebih sukses dibandingkan pengusaha manapun. Kenapa? Karena cara berpikir yang berbeda ini (MEMBANGUN KERAJAAN) akan membuat seseorang mengambil keputusan dan terjun di area bermain yang berbeda, dan ini yang akan membuat dia lebih sukses dibandingkan pengusaha lain manapun.


  • Itu sebabnya mulai hari ini, jangan puas hanya melakukan pekerjaan biasa, mulai bawa segala sesuatu yang anda lakukan dalam TINGKAT MEMBANGUN KERAJAAN, dan lebih dari sekedar kerajaan, kita harus membangun KERAJAAN ALLAH:



  • Dalam gereja, kita harus berjuang untuk membangun Kerajaan Allah. Bukan sekedar melakukan pelayanan biasa, bukan sekedar asal memenangkan jiwa, tapi berjuang untuk menegakkan Kerajaan Allah di bumi seperti di Surga.
  • Dalam bisnis juga sama, bawa bisnis anda masuk dalam level membangun kerajaan. Tidak cukup hanya sekedar bekerja, tidak cukup hanya sekedar cari uang untuk mencukupi kebutuhan dan keinginan hidup, tapi kita harus berfokus untuk membangun Kerajaan sehingga kita bisa beranak cucu, bertambah banyak, memenuhi, menaklukkan dan berkuasa! Dan kita lakukan itu semua untuk menegakkan Kerajaan Allah.


  • Apa maksudnya membangun Kerajaan Allah dalam pekerjaan itu? Anda harus mengajukan pertanyaan ini kepada diri anda sendiri? Melalui pekerjaanku ini dan semua berkat yang Tuhan percayakan kepadaku (uang, pengaruh, kenalan, keahlian, pengalaman, dst), apa saja yang aku bisa lakukan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dan memperkuat kegerakan Allah?
    • Kalau anda ada di bidang pemerintahan, apa saja yang bisa anda lakukan untuk membantu Kerajaan Allah dan menyelamatkan jiwa?
    • Kalau anda sebagai seorang guru atau dosen, apa saja yang bisa anda lakukan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dan membangun Kerajaan Allah?
    • Kalau anda seorang pengusaha, apa saja yang bisa anda lakukan dengan keahlian, pengalaman, dan keuangan anda untuk mendukung kegerakan Allah?
    • Kalau anda seorang mahasiswa atau pelajar, apa saja yang bisa anda lakukan dengan waktu, teman, dan kreatifitas anda untuk menyelamatkan banyak jiwa dan memperluas Kerajaan Allah?
    • Dst


  • Sampai kita menangkap VISI KERAJAAN dan MULAI BERMAIN DI LAPANGAN KERAJAAN ini, baru saat itulah kita akan melihat hiu-hiu yang ada dalam gereja bertumbuh besar mengalahkan orang-orang dunia dan menjadi penguasa-pengusa yang akan melakukan perkara-perkara yang terlalu besar dan terlalu ajaib bagi orang dunia.


  • Kesaksian: Bagi saya salah satu gereja di dunia ini yang sungguh-sungguh membangun Kerajaan Allah di bumi seperti di Surga, di kotanya seperti di Surga, adalah Gereja Keluarga Allah Solo yang digembalakan oleh Pdt Obaja Tanto Setiawan, ayah saya sendiri. Dia bukan hanya mengkhotbahkan dan punya teori tentang Kerajaan Allah, lebih dari itu, dia sungguh-sungguh berjuang dalam proses merealisasikan Kerajaan Allah di Solo seperti di Surga.


    Sekarang ini ada hampir 20.000 jemaat yang aktif beribadah tiap minggu, dalam 5 kali ibadah yang diadakan dalam sebuah gedung gereja dengan kapasitas 5000 tempat duduk. Bukan hanya itu, kita juga melakukan pelayanan media melalui Stasiun Radio El Shaddai FM dan Stasiun Televisi Terang Abadi (TATV) yang setiap hari didengarkan dan ditonton oleh 500.000 orang dan itu masih terus berkembang dengan pesat.


    Coba perhatikan Pendeta Obaja! Orang yang sama bermain di lapangan gereja dan hanya mendapatkan 20.000 jemaat setiap minggu, itupun dibangun selama 17 tahun. Tapi baru 2-3 tahun bermain di lapangan yang lebih besar, maka seketika mempunyai 500.000 jemaat yang dilayani tiap hari, bukan hanya tiap minggu.


  • Itu baru satu contoh lapangan bermain di luar gereja yang bisa kita pakai sebagai sarana untuk membangun Kerajaan Allah. Saya percaya kalau kita berdoa dengan sungguh-sungguh, maka Tuhan akan memberikan kepada kita hikmat dan kreatifitas yang unik masing-masing kepada kita untuk membangun kerajaan Allah di segala bidang: pemerintahan, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, media, dst.


Seandainya visi Kerajaan Allah ini disadari oleh gereja dan seluruh orang Kristen, kemudian kita perjuangkan itu secara korporat dengan sumber daya gereja dan seluruh orang Kristen, maka kita akan melihat kegerakan Allah yang besar yang belum pernah terjadi selama ini, segera terjadi di Indonesia mulai sekarang ini.


Matius 6:33

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.



No comments: